24 Ribu Madrasah Ibtidaiyah di Seluruh Indonesia Telah Menjalani AKMI

- Selasa, 13 Desember 2022 | 20:13 WIB
Ilustrasi siswa MI (bandung.go,id)
Ilustrasi siswa MI (bandung.go,id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Sebanyak 24 ribu Madrasah Ibtidaiyah di seluruh Indonesia telah mengikuti Asesmen Kompetensi Madrasah Ibtidaiyah (AKMI) tahun 2022. Angka itu merupakan akumulasi dari pelaksanaan AKMI yang dimulai pada 2019 dan 2020.

Hal itu diungkapkan Task Tim Leader World Bank Sinsaku Nomura saat memberikan sambutan pada pembukaan “Diseminasi Hasil AKMI” di Jakarta, awal pekani ini.

“Sudah hampir 24,000 Madrasah Ibtidaiyah yang mengikuti AKMI. AKMI bermanfaat bagi guru dan stakeholder untuk menindaklanjuti dengan program yang mendukung. Kami terkesan hasil yg telah dicapai,” ujar Sinsaku Nomura.

Baca Juga: Wakil Ketua MPR Tolak Penghapusan Madrasah dalam RUU Sisdiiknas. Ini Alasannya

Diseminasi tersebut dilaksanakan selama empat hari, mulai Senin 12 hingga Kamis 15 Desember 2022. Giat itu diikuti Kepala Kanwil Kemenag se-Indonesia, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Kasi Kurikulum Evaluasi dan Kesiswaan serta Help Desk Kanwil.

Diketahui AKMI diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Agama dengan Bank Dunia. Pelaksanaan AKMI diikuti dengan vistiasi dan pelatihan atau bimtek kepada madrasah pelaksana tahun 2022. Bimtek diperuntukkan kepada guru MI kelas 5 sebagai pelaksana AKMI. Mereka dilatih bagaimana membaca hasil AKMI dan memanfaatkan modul tindaklanjut hasil AKMI.

Dirjen Pendidikan Islam Moh Ali Ramdhani menyampaikan AKMI menjadi salah satu instrumen Kementerian Agama dalam merespon perkembangan zaman, khususnya dalam konteks pendidikan agama dan keagamaan.

Baca Juga: Kemendagri: Tahun 2023, Madrasah Dikucuri Dana dari APBD. Ini Dasarnya

Menurutnya, dunia saat ini dihadapkan pada fakta VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), yakni dunia yang bergejolak, penuh ketidakpastian, serba kompleks, dan serba tidak jelas.

“Kita juga tengah berada pada Era digital, kita perlu beradaptasi. Karena itu, guru harus menjadi pengantar batas-batas dan memfilter informasi dari luar. Kita perlu menyiapkan generasi emas 2045. Anak madrasah bukan sebagai penonton, harus berperan penting. Karena itu anak-anak harus dikuatkan dengan literasi. AKMI adalah jawabannya,” ujar Dhani.

Diseminasi Hasil AKMI 2022 dibuka oleh Sekjen Kementerian Agama Nizar Ali.

Baca Juga: Siswa Madrasah Aliyah di Mataram Terima Beasiswa dari Kairo Mesir

Saat memberi sambutan Nizar Ali mengatakan bahwa Kemenag berkomitmen memberi layanan terbaik kepada seluruh rakyat Indonesia. Apalagi, Kemenag juga harus ikut mengambil peran dalam akan menyongsong Indonesia Emas 2045. ***

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X