Lebih dari 314 Ribu MI di Indonesia Menjalani Asesmen Kompetensi. Ini Tujuannya

- Selasa, 20 September 2022 | 16:27 WIB
Ilustrasi KBM sekolah madrasah (kalselkemenag.go.id)
Ilustrasi KBM sekolah madrasah (kalselkemenag.go.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Saat ini Madrasah Ibdidaiyah (MI) tengah menjalani Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) serentak. Setidaknya ada 12.056 MI di seluruh Indonesia yang mengikuti AKMI yang dilakukan Kementerian Agama. Targetnya 314.644 siswa MI di 34 provinsi mengikuti AKMI dimulai saat ini hingga awal Oktober 2022.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Rohmat Mulyana Sapdi saat meninjau pelaksanaan AKMI 2022 di salah satuh MI di Jakarta Timur, Selasa, 20 September 2022.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Penghapusan Lintrik 450 VA

Rohmat mengatakan, AKMI bertujuan mengukur kompetensi siswa madrasah pada aspek literasi membaca, numerasi, sains, dan literasi sosial budaya. Hasil AKMI menjadi data diagnostik untuk tindaklanjut perbaikan mutu pembelajaran di madrasah.

"Total ada 314.644 siswa MI di 34 provinsi yang ikut ambil bagian pada giat yang berlangsung dari 19 September - 1 Oktober 2022," terang Rohmat Mulyana

Rohmat mengapresiasi penyelenggaraan AKMI 2022. Menurutnya, asesmen ini penting dilakukan pada siswa madrasah sebagai metode penilaian yang komprehensif untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya termasuk survei karakter.

“Hasil asesmen dapat digunakan oleh guru dan madrasah untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan siswa sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran,” tuturnya.

Terpisah, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Moh. Isom mengatakan, AKMI dilaksanakan berbasis komputer, dengan dua moda yakni secara online penuh (siswa mengerjakan soal secara online langsung pada server pusat) dan secara semi online (siswa mengerjakan soal secara offline pada server madrasah, selanjutnya jawaban siswa dikirim oleh operator madrasah secara online ke server pusat).

"Infrastruktur teknologi yang digunakan dalam penyelenggaraan AKMI adalah multi-stage test (MST), teknologi berbasis artificial Intelligence untuk mendeteksi kompetensi siswa secara cermat. Siswa dapat mengerjakan soal AKMI menggunakan piranti computer, laptop, tablet, maupun gawai (handphone android)," ungkap Isom.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X