Sikapi Kekerasan di Pondok Pesantren, Begini Respon Kementerian Agama

- Senin, 19 September 2022 | 20:49 WIB
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur (kemenag.go.id)
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur (kemenag.go.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Belakangan ini aksi kekerasan terjadi di beberapa pondok pesantren. Fenomena tersebut menuai sorotan dari masyarakat. Kasus terkini yakni meninggalnya santri Pondok Moderen Gontor akibat dianiaya seniornya.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur  Kemenag memastikan bahwa kekerasan bukan cermin dari dunia pesantren.

Oleh karena itu Waryono menegaskan agar semua oknum yang terlibat dalam tindak pidana, tentu harus diproses hukum. Persoalannya diserahkan kepada penegak hukum.

Baca Juga: Soal Penganiayaan Santri hingga Tewas, Polisi Tetapkan Seorang Tersangka

Lebih lanjut Waryono berharap dunia pesantren ke depan lebih terbuka dalam menyikapi persoalan-persoalan yang berkenaan dengan hukum. Menurutnya, saat ini tidak boleh ada yang tertutup.

“Kita masyarakat terbuka. Serapat apa pun persoalan ditutupi, pada saatnya akan terungkap,” pesannya.

Selain itu Waryono juga berpesan kepada para orang tua santri untuk memahami lebih detail profil pesantren berikut aturan-aturan yang diberlakukan di dalamnya. Dari awal, pesantren umumnya membuka diri kepada siapapun yang mau belajar. Pesantren juga sampaikan aturan mainnya.

“Jika orang tua dan santri bersedia silakan, jika tidak ya jangan dipaksakan. Pesantren adalah lembaga pendidikan, tentu menginginkan yang terbaik untuk para santrinya,” tutur Waryono.

Baca Juga: Maskot Piala Dunia U 20 Tahun 2023 Resmi Diluncurkan. Ini Filosofinya

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X