Pembahasan RUU Sisdiknas Jadi Peluang Rekognisi Pendidikan Al Quran

- Rabu, 14 September 2022 | 22:39 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Islam  M Ali Ramdhani dalam workshop pendidikan Al Quran/kemenag
Direktur Jenderal Pendidikan Islam M Ali Ramdhani dalam workshop pendidikan Al Quran/kemenag

"Setelah memperoleh rekognisi, tahapan selanjutnya negara akan melakukan fasilitasi serta afrimasi," sambungnya.

Dia juga berpesan, afirmasi perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bangsa atas kristalisasi nilai-nilai keagamaan secara baik pada warganya. "Sebab orang yang belajar Al-Qur’an dengan baik kita pastikan dia adalah orang yang baik, dan ini perlu afirmasi. Saat ini, hal itu termasuk sesuatu yang langka, karena kelangkaannya dia harus dijaga," tuturnya.

"Bahkan dalam perspektif saya, karena dia itu khas, maka harus ada beasiswa serta dijamin masa depannya dan lain sebagainya," sambungnya.

Hal senada disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren, Waryono Abdul Ghafur. Ia menyampaikan perlu adanya program yang terstruktur dalam penguatan kompetensi pendidik serta pengelola lembaga pendidikan Al-Qur'an.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Gantung Antar Dua Pulau di Maluku. Ini Dimensinya

Ia meminta kepada Subdit Pendidikan Al-Qur'an, pada saat merumuskan regulasi penjenjangan pendidikan Al-Qur'an, mulai dari ula, wustha, ulya hingga perguruan tinggi, perlu ada ukuran-ukuran yang jelas.

"Ketika nanti dirumuskan penjenjangan maka harus diukur betul, misalnya untuk ula (tingkat pertama) itu kira-kira seperti apa bobotnya, level wustha hingga level ulya sampai nanti ke perguruan tinggi seperti apa. Ini yang menurut saya perlu dipikirkan demi menghindari overlapping Jangan sampai jenjangnya tinggi tapi yang dipelajari itu-itu saja," tandas Guru Besar UIN Sunan Kalijaga ini.

Waryono berharap Pendidikan Al-Qur'an ini dapat menurunkan jumlah buta aksara terhadap Al-Qur'an di masyarakat. ***

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X