Wakil Ketua MPR Tolak Penghapusan Madrasah dalam RUU Sisdiiknas. Ini Alasannya

- Senin, 12 September 2022 | 19:49 WIB
Wakil Ketua MPR RI yang juga anggota Komis VIII DPR RI Yandri Susanto. /Istimewa
Wakil Ketua MPR RI yang juga anggota Komis VIII DPR RI Yandri Susanto. /Istimewa

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menghapus istilah madrasah. Hal itu menuali kritikan dari sejumlah kalangan. Salah satunya Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto. Dirinya menolak upaya penghapusan madrasah dalam RUU Sisdiknas. Lantaran selama ini madrasah telah berperan dalam membentuk karakter bangsa.

Sikap itu disampaikan Yandri kepada wartawan, Senin, 12 September 2022.

Baca Juga: Bareskrim Lengkapi Berkas Dugaan Penyelewengan Donasi yang Dilakukan Petinggi ACT

"Saya tidak setuju upaya penghapusan madrasah. Madrasah harus tetap ada dalam rancangan perubahan UU Pendidikan Nasional," kata Yandri.

Dikutip dari laman rri.co.id, Politisi PAN itu mengemukakan bahwa madrasah telah terbukti banyak melahirkan pemimpin bangsa. Baik di masa lalu, kini dan calon-calon pemimpin masa depan.

"Berangkat dari keberhasilan madrasah melahirkan para pemimpin bangsa. Untuk itu tidak sepatutnya eksistensi lembaga pendidikan tersebut dikecilkan, apalagi dihapus," ujarnya.

Hingga saat ini, ucap dia, peran dan jasa madrasah serta pesantren masih dirasakan. Pondok pesantren dan madrasah memiliki kontribusi besar membina akhlak generasi muda.

"Hal itu dibutuhkan di tengah gempuran nilai-nilai dari luar yang masuk secara terus menerus. Apalagi saat ini banyak cara termasuk media sosial," katanya.

Baca Juga: Sikapi Penolakan Pembangunan Gereja di Cilegon, Menag Yaqut Inisiasi Dialog

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: rri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X