Siswi MAN 1 Kudus Raih Silver di Ajang Kompetisi Sains Internasional. Begini Kisahnya

- Rabu, 20 Juli 2022 | 17:54 WIB
Dua siswi raih silver dalam kompetisi sains internasional (kemenag)
Dua siswi raih silver dalam kompetisi sains internasional (kemenag)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Kudus. Dua siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kudus mampu unjuk prestasi di ajang internasional di bidang sains dan teknologi. Keduanya yang tergabung dalam tim riset itu berhasil meraih Silver Medal IFEST2 (International Festival of Engineering, Science, & Technology) 2022. Mereka terdiri atas Lana Syifaul Aufi Kamila dan Azifa Rusyda Dewi yang merupakan kelas 12 IPA.

Mereka berhasil mengalahkan 250 peserta dari berbagai negara lain seperti Thailand, Malaysia, Eropa, Afrika, Amerika, Turki, Azerbaijan, dan Mesir.

Diketahui IFEST2 adalah ajang kompetisi sains dan inovasi karya ilmiah tingkat internasional. Event ini diikuti oleh ilmuwan muda se-dunia.

Baca Juga: 2.000 Guru Madrasah dan Ponpes Akan Mendapat Beasiswa S1. Bersumber dari LPDP

Dilansir dari laman kemenag, Kompetisi tersebut digelar secara online dengan menggunakan aplikasi Zoom pada Minggu, 10 Juli 2022. Aufi dan Azifa, panggilan akrab keduanya, menampilkan riset Kimia yang berjudul “Pehanol: Konversi Daun Lamun (Enhalus Acoroides) untuk Produksi Bioetanol Menggunakan Metode SSF Sebagai Upaya Diversifikasi Energi Ramah Lingkungan”.

Azifa mengisahkan bahwa masuknya tim MAN 1 Kudus ini melalui seleksi yang diadakan oleh CYS (Center for Young Scientist). CYS merupakan sebuah kegiatan olimpiade proyek penelitian dalam bidang sains dan teknologi. Kegiatan ini diperuntukan bagi para generasi muda Indonesia yang bersekolah di tingkat SMP/MTs, dan SMA/MA se-Indonesia.

“Riset ini sebelumnya juga berhasil keluar sebagai Juara 3 tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Finalis tingkat Nasional di ajang LPB (Lomba Peneliti Belia) 2021. Atas pencapaiannya, Tim Riset MAN 1 Kudus direkomendasikan kembali untuk mengikuti IFEST2 2022 dan meraih Silver Medal,” terang Azifa di Kudus, Selasa, 19 Juli 2022.

Aufi menambahkan, Bioetanol merupakan produk etanol yang diperoleh dari campuran bahan alami dan biomassa melalui proses bioteknologi. Namun, bioetanol yang dibuat oleh tim riset MAN 1 Kudus berbeda dari produk umumnya karena dapat menghasilkan emisi gas monooksida (CO) lebih rendah dan bersifat terbarukan.

“Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan solusi terhadap krisis energi dengan pembuatan bioetanol dari lamun jenis Enhalus acoroides dengan metode SSF (Simultaneous Saccharification and Fermentation) sehingga dapat memanfaatkan lamun sebagai energi alternatif terbarukan pengganti bahan bakar fosil yang ramah lingkungan,’’ kata Aufi.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X