Lima IAIN Resmi Berubah Menjadi Universitas Islam Negeri. Ini Daftarnya

- Selasa, 14 Juni 2022 | 09:49 WIB
Kampus IAIN Salatiga yang kini berubah jadi UIN
Kampus IAIN Salatiga yang kini berubah jadi UIN

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Pemerintah Indonesia menambah jumlah universitas negeri yang di bawah naungan Kementerian Agama. Tambahan itu berasal dari berubahnya 5 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Perubahan status itu ditandai dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No 84, 85, 86, 87, dan 88 terkait transformasi lima IAIN menjadi UIN. Perpres tersebut ditandatangani Presiden Jokowi pada tanggal 8 Juni 2022.  

Dikutip dari laman Kemenag pada Selasa, 14 Juni 2022, adanya lima UIN baru itu menambah jumlah UIN di Indonesia menjadi 29 universitas.

Berikut ini daftar lima IAIN yang berubah bentuk menjadi UIN:

1. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
2. Universitas Islam Negeri Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi
3. Universitas Islam Negeri KH Abdurrahman Wahid Pekalongan
4. Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
5. Universitas Islam Negeri Salatiga.

Baca Juga: Kontingen Indonesia Meraih Peringkat 3 dalam SEA Games di Vietnam. Ini Besaran Bonusnya

Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. M. Ali Ramdhani saat memberikan konfirmasi di Jakarta, pekan lalu, mengatakan bahwa perubahan bentuk ini harus diikuti dengan adanya transformasi keilmuan secara menyeluruh agar kiprah UIN di masyarakat semakin luas.

“Perubahan bentuk ini juga dilakukan dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan proses integrasi keilmuan Agama Islam dengan sains serta mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas,” terangnya.

Di tempat terpisah Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Amien Suyitno berharap agar perubahan bentuk ini diikuti dengan adanya perubahan peningkatan mutu dan kualitas. Penguatan bidang Sarpras, SDM Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi sangat penting.

“Kampus UIN harus mampu menyelenggarakan integrasi keilmuan agama Islam dan sains yang memiliki distingsi atau pembeda terhadap prodi yang ada pada perguruan tinggi lain,” ujar Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang tersebut.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X