Tak Cantumkan Madrasah, RUU Sisdiknas Buatan Kemendikbud-Ristek Tuai Kritikan

- Selasa, 29 Maret 2022 | 17:33 WIB
Heboh frasa Madrasah (Foto: Istimewa)
Heboh frasa Madrasah (Foto: Istimewa)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Draf Rancangan Undang-undang (RUU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang diiinisiasi pemerintah tidak mencantumkan Madrasah. Sontak draf yang disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan-Ristek (Kemendikbudristek) itu menuai kritikan dari kalangan madrasah.

Dikutip dari laman NU Online, Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara (Hisminu) menolak penghapusan Madrasah dari draf RUU Sisdiknas itu.

Baca Juga: Sikapi Pemecatan dr Terawan oleh IDI, DPR Usulkan Jabatan Profesi Ditentukan Pemerintah

Ketua Hisminu Arifin Junaidi memprotes dihapusnya "madrasah" dari draf Rancangan UU Sisdiknas terbaru. Padahal di UU Sisdiknas tahun 2003 yang masih berlaku menyebut penguatan peran Madrasah.

"Alih-alih memperkuat integrasi sekolah dan madrasah, draf RUU Sisdiknas malah menghapus penyebutan madrasah," ujar Arifin dalam keterangan yang diterima NU Online Selasa, 29 Maret 2022.

Ia menilai UU Sisdiknas pada 2003 yang berlaku saat ini sudah memperkuat peranan madrasah dalam satu tarikan nafas dengan sekolah.

"Meskipun integrasi sekolah dan madrasah pada praktiknya kurang bermakna karena dipasung oleh UU Pemda," ujarnya.

Terkait dengan hal ini, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo mengatakan bahwa semua bentuk satuan pendidikan, baik sekolah maupun madrasah, sedari awal memang terwadahi dalam revisi RUU Sisdiknas.

“Sedari awal tidak ada keinginan ataupun rencana untuk menghapus sekolah atau madrasah atau bentuk-bentuk satuan pendidikan lain dari sistem pendidikan nasional. Sekolah maupun madrasah secara substansi tetap menjadi bagian dari jalur-jalur pendidikan yang diatur dalam batang tubuh dari revisi RUU Sisdiknas,” terangnya.  

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X