Quraish Shihab : Menghadapi Situasi yang Eksetrem, Manusia Memerlukan Self-Love sebagai Pencerah

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 09:42 WIB
Prof Dr M Quraish Shihab bersama Najwa Shihab (tangkapan layar you tube chanel narasi tv Shihab & Shihab)
Prof Dr M Quraish Shihab bersama Najwa Shihab (tangkapan layar you tube chanel narasi tv Shihab & Shihab)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Mengakui segala kekurangan dan kelebihan diri, sekaligus menerima dengan penerimaan yang baik adalah bentuk self love. Hal itu disampaikan Prof Dr M Quraish Shihab.

Self-love merupakan unsur utama dalam kesehatan mental. Berikut ini pemikiran Prof Dr M QuraishShihab yang dikutip dari ChanelYouTubeNajwa Shihab dalam sesi Shihab dan Shihabpada 23 Oktober 2021.

Di masa seperti sekarang ini banyak segala situasi dan kondisi ekstrem yang mengarahkan manusia sampai pada ranah stres, depresi maupun hilang kontrol. Kejadian-kejadian di luar kendali, perkara yang entah sampai kapan ditemui jalan keluar, permasalahan hidup yang tiada habisnya. Self-love hadir sebagai pencerah manusia untuk mendapatkan ketenangan dalam hidup. Salah satu tahapan dalam self-love yakni mengenali diri sendiri. Kenal dan paham akan diri sendiri.

Cendekiawan muslim dalam ilmu Al-Quran, Prof Dr M Quraish Shihab mengatakan, “Kenali diri Anda, sebab kalau Anda tidak mengenali diri Anda, bisa jadi Anda melakukan suatu kegiatan yang justru mencelakakan anda.”

“Allah tidak menganiaya mereka, tapi mereka sendiri yang menganiaya dirinya sendiri,” imbuhnya.

Lebihh lanjut Quraish Shihab menjelaskan, manusia itu terdiri dari tiga bagian, yakni jasmani, akal dan rohani. Ketiganya harus seimbang dan jangan berat sebelah. Manusia hidup tidak bisa bila hanya mengandalkan perasaan saja, sama halnya manusia yang tidak dapat hidup dengan hanya mengandalkan akal atau bahkan mengesampingkan jasmani. Ketiganya harus dalam timbangan yang sama.

Seseorang dikatakan baik manakala sudah menjalankan kewajiban terhadap Tuhan, kewajiban terhadap diri sendiri, maupun kewajiban terhadap keluarga.

Beliau juga mengingatkan, “Kalau kita hanya memperhatikan sisi rohani semata-mata, kita jadi malaikat. Kalau kita hanya memperhatikan sisi jasmani semata-mata, kita jadi binatang. Kalau kita hanya memperhatikan akal semata, akal tidak menjamin kita memperoleh sesuatu yang benar. Karena ada kebenaran yang tidak dapat terjangkau oleh akal.”

"Manusia itu diibaratkan seperti air. Air itu terdiri dari oksigen dan hidrogen dalam kadar-kadar tertentu. Kalau cuma hidrogen tidak jadi air,oksigen tidak jadi air, digabung dalam kadar tertentu. Manusia begitu," tutur Quraish Shihab.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X