Kemendikbud Ristek Salurkan bantuan Kuota kepada 26,6 juta Pelajar di Seluruh Indonesia

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:25 WIB
Mas Menteri Nadiem Makarim (Kemedikbud Ristek) (Pikiran Rakyat Depok)
Mas Menteri Nadiem Makarim (Kemedikbud Ristek) (Pikiran Rakyat Depok)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Jakarta. Pandemi Covid-19 mengharuskan para pelajar dari berbagai kalangan untuk melakukan kegiatan belajar mengajarnya secara virtual atau pembelajaran dalam jaringan (Daring) online.

Meski saat ini telah diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka, tapi belum sepenuhnya sekolah maupun perguruan tinggi menerapkan PTM ini. Artinya lembaga pendidikan masih menggunakan pola campuran antara PTM dengan pembelajaran daring. Oleh karena itu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknogi (Kemendikbudristek) masih menyalurkan bantuan kuota internet kepada 26,6 juta pelajar di seluruh Indonesia.

Bantuan kuota itu diberikan pada bulan Oktober hingga November mendatang.  Kuota bantuan ini biasanya disalurkan sekitar tanggal 11 sampai 15 kepada nomor-nomor para pelajar yang telah terverifikasi untuk mendapatkan kuota bantuan.

Informasi itu bersumberkan pada keterangan tertulis Mendikbudristek, Nadiem Makarim kepada media, Selasa, 12 Oktober 2021.

"Bantuan kuota data internet kembali disalurkan di bulan Oktober ini kepada sejumlah 26,6 juta penerima untuk menunjang pembelajaran baik bagi yang sudah Pertemuan Tatap Muka (PTM) terbatas, maupun yang masih Pertemuan Jarak Jauh (PJJ)” ujar Nadiem.

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan pada bulan Oktober ini ada penambahan penerima bantuan kuota sebanyak 2,2 juta dibanding September karena ada pembaruan data nomor ponsel yang telah terverifikasi. Perlu diinformasikan September lalu, penerima bantuan kuota belajar ini masih sekitar 24,4 juta penerima.

Kuota bantuan ini dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi yang telah diizinkan oleh pemerintah seperti yang telah tercantum pada situs resmi bantuan kuota data internet kemendikbudristek.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin), M Hasan Chabibie mengingatkan, agar kepala sekolah dan pimpinan perguruan tinggi dapat memutakhirkan data nomor ponsel peserta didik dan pendidik pada sistem data pokok pendidikan (Dapodik) dan pangkalan data pendidikan tinggi (PD Dikti).

Chabibie juga meminta pimpinan lembaga pendidikan agar mengunggah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) pada portal https://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id untuk PAUD, pendidikan dasar dan menengah, atau https://kuotadikti.kemdikbud.go.id untuk jenjang pendidikan tinggi.***

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X