Ketika Pandemi Covid Turun, Pembelajaran Tatap Muka Penting diadakan tetapi Pelaksanaanya selalu dievaluasi

- Senin, 4 Oktober 2021 | 22:56 WIB
ilustrasi (pixabay)
ilustrasi (pixabay)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia memporakporandakan berbagai aspek kehidupan. Aspek yang sangat terpukul oleh Pandemi Covid yaitu pendidikan.Pasalnya penerapan pembatasan sosial untuk mencegah penularan Covid, mengharuskan siswa belajar secara online atau dalam jaringan (daring).

Para pelajar terpaksa harus melakukan kegiatan belajar mengajarnya secara jarak jauh melalui daring. Pola pembelajaran tersebut masih banyak kendala. Kendala paling krusial adalah sarana jaringan internet yang belum memadai. Dampaknya materi pelajaran kurang maksimal diterima pelajar dari guru.

Kelemahan pembelajaran daring itu diakui pemerintah. Oleh karena itu seiring menurunnya kasus Covid 19, pemerintah mulai membuka pembelajaran tatap muka. Pemerintah Indonesia telah mengizinkan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka dengan syarat para pelajar telah divaksinasi.

Pembelajaran tatap muka akan dijadikan sebagai strategi surveilan, yaitu sebagai evaluasi pembelajaran di masa pandemi. Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, hasil evaluasi itu akan digunakan sebagai dasar untuk melanjutkan atau menunda sebuah pembelajaran tatap muka karena itu menjadi bagian dari pada kewaspadaan kita.

Lebih lanjut Siti Nadia menyampaikan, adanya standar yang telah ditetapkan untuk pelajar agar bisa mengikuti pembelajaran tatap muka ini bisa melindungi setiap anak dari paparan virus covid-19. Selain vaksinasi, tentu juga pelajar harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat agar tercipta pembelajaran yang baik dan tidak akan menjadi klaster pandemi. Pihak sekolah juga diminta untuk mengawasi dan memastikan protokol kesehatan telah dilakukan dengan benar pada lingkungan sekolah.

Pembelajaran tatap muka ini diperbolehkan karena mengingat kasus covid-19 saat ini sudah melandai, dan juga sebagai sebuah upaya peningkatan kualitas pendidikan setelah sekian lama kualitas pendidikan menurun karena kegiatan daring.

Kemudian Siti Nadia mengungkapkan pentingnya pembelajaran tatap muka. Studi Bank Dunia terbaru menunjukkan dampak yang lebih besar terhadap siswa jika sekolah terus ditutup. 

"Skor PISA atau sistem ujian yang diinsiasi oleh sistem Organisation of Economic Co-operation and Development (OECD) yang mengevaluasi sistem pendidikan di 70 negara di seluruh dunia, memperlihatkan terjadinya penurunan dari sistem kualitas pendidikan," ungkap Siti Nadia (29/9) lalu.

Dari studi tersebut juga memperkirakan pendapatan pada masa yang akan datang akan lebih rendah akibat adanya pembelajaran jarak jauh ini.***

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X