Ketika Gagak Iri kepada Angsa, Nuri, dan Merak, tetapi Akhirnya Gagak Bersyukur atas Kemerdekaan Dirinya

- Minggu, 3 Oktober 2021 | 15:41 WIB
Ilustrasi Kontemplasi (Pixabay)
Ilustrasi Kontemplasi (Pixabay)

KONTEMPLASI - Ribut Wahyudi *

AKAR KEBAHAGIAAN

Suatu hari seekor gagak yang sedang bertengger di dahan melihat seekor angsa berenang di danau, dia begitu iri karena merasa angsa hidup lebih bahagia ketimbang dirinya.

"Hai angsa, kau begitu putih, begitu sempurna, dan aku begitu hitam. Hidupmu pasti bahagia," kata gagak.

Si angsa tersenyum, "Memang awalnya aku merasa menjadi makhluk paling bahagia sampai akhirnya aku bertemu burung nuri, dia punya beberapa warna, sungguh indah, dia hidup lebih bahagia ketimbang aku."

Pergilah gagak menemui burung nuri.

"Hei nuri, kau tampak begitu indah, kau pasti bangga menjadi makhluk paling bahagia di dunia, dan aku makhluk paling menyedihkan di dunia," kata gagak.

Nuri menggelengkan kepala, "Kamu salah. Kukira burung merak adalah makhluk paling sempurna dan bahagia. Dia punya banyak warna dengan tampilan yang sangat indah. Dialah makhluk paling bahagia."

Gagak pun pergi mencari burung merak. Dia tidak dapat melihat satupun burung merak kecuali di dalam kebun binatang.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Tags

Terkini

X