Meski Berhasil Selenggarakan Program D2, Akademi Komunitas Negeri Kajen Kabupaten Pekalongan ditutup

- Selasa, 28 September 2021 | 23:51 WIB
Kampus Akademi Komunitas Negeri Kajen yang sudah tutup (Haryoto Bramantyo)
Kampus Akademi Komunitas Negeri Kajen yang sudah tutup (Haryoto Bramantyo)

Suaramerdekapekalongan.com- Lengang dan sunyi. Sehari-hari  pintunya tertutup rapat. Itulah eks kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) Kajen di Kabupaten Pekalongan. Sejak September ini, selain pintunya terkunci rapat, gedung AKN Kajen dalam kondisi kosong melompong. Tidak ada peralatan dan perabotan belajar apapun. Begitu juga mebeler sudah dipindah ke gedung lainnya.Begitu juga sejumlah AC sudah dicopot dari tempatnya. Hanya menyisakan papan nama bertulisan Akademi Komunitas Negeri Kajen yang sudah rusak. Begitulah suasana kampus AKN Kajen saat ini. Hening dalam kebisuan. Detak hidupnya sudah berhenti total dan akan terkubur oleh waktu. Kabarnya eks gedung AKN Kajen yang terletak di jalan Bahurekso Kajen itu akan ditempati sebuah ormas underbow parpol.

Beberapa waktu lalu sebelum tutup, saya sempat berbincang dengan  Direktur AKN Kajen Drs Mujiyanto. Menurutnya, tutupnya AKN Kajen karena berhentinya dukungan peyelengaraan program D2 dari Politeknik Negeri Bandung. Dukungan itu berhenti seiring berakhirnya kerja sama Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang sudah berlangsung 5 tahun sejak 2014.

"Dalam kerja sama yang sudah berakhir itu, dulu masing-masing pihak berkomiten menyediakan dukungan atas terselenggarannya program D2 di AKN Kajen yang berlaku 5 tahun. Implementasi komitmen itu, Pemkab Pekalongan menyediakan lahan, gedung, fasilitas pembelajaran, serta anggaran operasional AKN 40%, sedangkan Kemendikbud menyediakan anggaran 50 % melalui Polban Bandung. Dalam lembar kerjasamanya disebutkan penyelenggaraan prodi D2 oleh AKN dengan pembina Politeknik Negeri Bandung hanya berlaku 5 tahun sejak 2014," ucap Mujiyanto.

Mengacu masa berlaku tersebut,  sejak 2020 lalu, AKN Kajen  tidak bisa menerima mahasiswa baru,  padahalnya masih banyak peminat yang mau kuliah di sini.  Solusinya, pihak AKN Kajen mengajukan usulan agar Polban Bandung membuka Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDU) di kampus AKN Kajen. "Sayangnya usulan tersebut gagal  mendapat lampu hijau dari Kemendikbud," imbuhnya.

Meski menyayangkan, pihak AKN Kajen dapat memahaminya. Pasalnya berdasarkan regulasi yang ada, PSDU membutuhkan anggaran mandiri yang harus ditanggung Polban. Sementara Polban bukanlah PTN Badan Hukum yang punya sumber anggaran selain APBN.

Sangat Layak menjadi kampus mandiri  Sekarang ini AKN Kajen sudah ditutup menyusul AKN lainnya yang telah lama sudah ditutup. Kebijakan itu muncul lantaran dari 210 AKN di seluruh Indonesia, hanya sedikit yang berhasil menyelenggarakan perkuliahan D2.Meski AKN Kajen terbilang berhasil tetapi ikut ditutup karena dampak kegagalan sebagian besar AKN di berbagai daerah.

Melihat rekam jejaknya, AKN Kajen merupakan salah satu yang berhasil menyelenggarakan kuliah D2. Untuk itulah ditahun ketiga, oleh Kemenristek Dikti, AKN Kajen dinilai sangat layak menyenggarakan perkuliahan mandiri sebagai institusi tersendiri yang terlepas dari Polban. Penilaian itu diperoleh karena AKN Kajen memiliki gedung sendiri, prasarana kuliah dan praktek yang lengkap serta memiliki tenaga dosen sendiri. 

"Menindaklanjuti penilaian itu, AKN Kajen sempat mengajukan diri agar menjadi Politeknik penuh ke Kemendikbud, tetapi gagal mendapat persetujuan dari KemenPAN dan RB. Sehingga selama 5 tahun AKN dibawah pembinaan langsung dari Polban Bandung. Selama itulah penyelenggaran kuliah D2 sepenuhnya dari Polban Bandung dan status mahasiswa adalah mahasiswa Polban Bandung dan wisudanya di Polban Bandung,'' ujar Mujiyantu.

Berkiprah 5 tahun                                                             Lepas dari apapun statusnya, selama 5 tahun lalu, kehadiran AKN Kajen turut mewarnai geliat pendidikan tinggi vokasi di Kota Kajen Kabupaten Pekalongan. Selama masa aktif, setiap hari kampus AKN Kajen dipenuhi kesibukan para mahasiswa, para dosen, dan sivitas akademik lainnya yang di jam-jam tertentu aktivitasnya meluber ke sekitar kampus seperti toko ATK, Fotocopy, dan warung. Bahkan ada kalanya aktivitas AKN berlangsung hingga pukul 20, terutama pada musim ujian. Suasana kawasan simpang empat dan sekitarnya terasa lebih hidup dibanding sebelum ada AKN Kajen.

Sementara di tempat lain (masih dalam kabupaten Pekalongan ) beberapa toko, kantor, atau perusahaan kerap dijumpai beberapa mahasiswa magang AKN Kajen yang tengah menjalani praktik magang. Mereka mempraktikan materi kuliah yang telah diikuti sesuai jurusannnya masing-masing yakni Teknik Informatika, Teknik Kimia, dan Teknik Mesin.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Tags

Terkini

X