Warga Desa Silurah di Kabupaten Batang Gelar Tradisi Nyadran Gunung

- Kamis, 24 November 2022 | 23:30 WIB
Tradisi Nyadran Gunung Silurah di Wonotunggal Batang/batangkab.go.id
Tradisi Nyadran Gunung Silurah di Wonotunggal Batang/batangkab.go.id

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Batang. Masyarakat Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah menggelar Nyadran Gunung Silurah. Kegiatan itu menyematkan kata gunung lantaran Desa Silurah terletak di antara gunung Ranggakusuma dan Gunung Kobar.

Tahun ini Nyadran Gunung bertema menyatu dengan alam. Kegiatannya diawali dengan kirab hasil bumi, pelepasan burung, penanaman pohon, penyebaran benih ikan, ider-ider desa, potong kambing kendit, slametan dan pentas ronggeng, serta pementasan wayang kulit.

Kirab hasil bumi sudah dimulai hari ini Kamis 24 November 2022 yang diikuti masyarakat desa Silurah. Kemudian sebagian hasil bumi itu akan disajikan besok, Jumat 25 November 2022.

Baca Juga: Kirab Gunungan Hasil Bumi Meriahkan Sedekah Bumi di Desa Kecepak

Hal itu dituturkan Kepala Desa Silurah Suroto kepada awak media dikutip dari laman batangkab.go.id.

“Alhamdulillah pada pagi hari ini menjadi bagian nikmat bagi kami semua, bisa menyelenggarakan kegiatan adat nyadran atau sedekah bumi, dengan harapan selalu melestarikan budaya dan alam,” kata Suroto.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tradisi Nyadran Gunung Silurah dilakukan setiap bulan Jumadil Awal tepat pada Jumat Kliwon yang telah digelar oleh nenek moyang sejak masa silam.

Masih dalam rangkaian Nyadran Gunung, kata Suroto, pada Jumat Kliwon, 25 November 2022 akan dilakukan nyadran gunung Ranggakusuma memotong kambing kendit. Lalu dagingnya akan dimasak dan disajikan makan bersama ditemani pentas ronggeng.

“Memilih kambing kendit sendiri memang tradisi turun-temurun yang diyakini sebagai alat ritual yang dianggap punya "kekuatan" akan mau menolong dari hal gaib,” terangnya.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: batangkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X