Harga Kedelai Melejit, Perajin Tempe Menjerit. Omsetnya Turun Drastis

- Selasa, 15 November 2022 | 23:40 WIB
perajin tempe di Batang keluhkan harga kedelai yang naik tinggi/batangkab.go.id
perajin tempe di Batang keluhkan harga kedelai yang naik tinggi/batangkab.go.id

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Batang. Belakangan ini harga kedelai di Kabupaten Batang naik tajam. Semula satu kilogram kedelai seharga Rp 8 ribu lalu melejit jadi Rp 14 ribu.

Tak ayal situasi itu membuat banyak perajin tempe menjerit. Lantas mereka pun mengurangi ukuran tempe meski menuai protes dari sebagian konsumen.

Salah seorang perajin tempe, Priyatno mengaku dirinya mengalami penurunan pendapatan sejak kenaikan harga kedelai beberapa bulan lalu.

Dia menyebut omsetnya mengalami penurunan dari semula Rp250 ribu sampai Rp300 ribu, kini merosot hingga Rp150 ribu untuk sekali produksi. 

Baca Juga: Genjot Produksi Kedelai, Pj Bupati Batang Dorong Petani Tanam Kedelai Edamame

Penurunan omset itu, kata Priyatno, dampak harga kedelai di Batang yang naik berlipat.

“Kalau dulu bisa beli kedelai Rp7 ribu sampai Rp8 ribu, sekarang sudah sampai Rp14 ribu per kilogramnya. Tapi kalau hari ini beli kedelai lagi, belum tentu harganya sama, bisa jadi lebih mahal,” ungkap Priyatno di tempat produksi tempe sekaligus kediamannya, di Proyonanggan, Kabupaten Batang, dikutip dari batangkab.go.id pada Selasa 15 November 2022.

Priyatno bersama perajin tempe lainnya mengeluh atas harga kedelai yang tinggi. Oleh karena itu dia berharap pemerintah turun tangan agar harga kedelai kembali normal. 

“Kami minta pemerintah tidak usah ngasih subsidi, tapi ditentukan saja, patokan harga per kilogramnya. Misalnya Rp8 ribu atau Rp10 ribu,” harapnya.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: batangkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X