Sidak SPBU di Tol Batang, Gubernur Ganjar Malah Ingatkan Bayar PKB. Ini Penyebabnya

- Rabu, 7 September 2022 | 21:21 WIB
Gubernu Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak di SPBU Rest Area 379A, ruas tol Batang-Semarang. Hal ini dilakukan Ganjar untuk mengecek kondisi SPBU pasca kenaikkan harga BBM. (Humas Pemprov Jateng)
Gubernu Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak di SPBU Rest Area 379A, ruas tol Batang-Semarang. Hal ini dilakukan Ganjar untuk mengecek kondisi SPBU pasca kenaikkan harga BBM. (Humas Pemprov Jateng)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Batang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Rest Area 379A tol Batang-Semarang, pada Rabu, 7 September 2022. Dalam sidak tersebut, Ganjar tidak menemukan permasalahan serius yang perlu ditangani. Situasi normal dan terkendali.

Hanya saja Ganjar merasa gemas menjumpai mobil kontraktor dan pegawai BCA yang mengisi pertalite. Keduanya sempat ditegur Ganjar dengan gayanya yang gayeng.

Menariknya malah di sela-sela sidak SPBU, Gubernur Ganjar mengingatkan masyarakat untuk segera membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Mumpymg Jawa Tengah masih memberlakukan insentif pembebasan denda dan pajak kendaraan bermotor tunggakan tahun kelima. Tidak hanya itu, bea balik nama kendaraan bermotor juga dibebaskan.

Baca Juga: Banjir Rendam Pemukiman di Sigi. Mensos Risma Salurkan Bantuan Rp 878 Juta

Program tersebut diberlakukan karena di Jawa Tengah terdapat sekira 1.475.205 juta objek kendaraan yang habis masa berlaku lebih dari dua tahun, dan terancam bodong di wilayah Jawa Tengah. Maka insentif bebas denda dan pokok pajak tahun kelima diberlakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ganjar mengingatkan bahwa program pembebasan denda dan bea balik nama itu berlaku mulai 7 September 2022, sampai 22 November 2022.

“Mudah-mudahan seluruh kendaraan bermotor yang belum bayar pajaknya, apalagi yang mau balik nama, bisa gunakan kesempatan ini, sekarang,” kata Ganjar.

Lebih jauh Ganjar menyampaikan pembebasan tersebut diberikan dengan harapannya di Jawa Tengah tidak ada lagi kendaraan bodong atau tidak tercatat secara administrasi. Selain itu juga dapat mendorong dan memudahkan masyarakat, dalam membayar pajak kendaraan bermotor di kemudian hari.

“Mudah-mudahan nomornya bisa dibalik nama sesuai dengan tempat tinggal yang ada di Jawa Tengah. Sehingga kelak kemudian membayar pajaknya lebih gampang, lebih ringan. Insyaallah kita akan layani dengan baik,” ungkap Ganjar.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X