Angka Stunting di Kabupaten Batang Masih Tinggi. Pj Bupati Bentuk Tim

- Rabu, 20 Juli 2022 | 22:40 WIB
Ilustrasi stunting. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi stunting. (Foto: Istimewa)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Batang. Angka stunting di Kabupaten Batang masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata di Jawa Tengah. Data tahun 2021, di Kabupaten Batang angka stunting mencapai 21,7 persen sedangkan privalensi di Jawa Tengah 20,9 persen.

Hal itu diungkapkan Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki saat mengukuhkan 100 Tim Percepatan Penurunan Stunting di Aula Bupati, Kabupaten Batang, Rabu, 20 Juli 2022. Tim tersebut terdiri atas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi lintas sektor, organisasi kemasyarakatan, usaha dan akademisi.

“Stunting sendiri menjadi agenda pembangunan nasional dan Kabupaten Batang menjadi kabupaten prioritas dalam intervensi penurunan stunting, berdasarkan hasil studi gizi Indonesia tahun 2021 yang dilaksanakan oleh kementerian kesehatan angka prevalensi stunting di Indonesia tahun 2021 sebesar 24,4%,” ujar Lani.

Baca Juga: Kelompok Tani di Magelang Mengikuti Bimtek Pemanfaatan Pupuk Organik. Ini Tujuannya

Pada tahun yang sama, lanjut Lani, di Kabupaten Batang mencapai 21,7% sedangkan privalensi di Jawa Tengah sebesar 20,9% artinya angka stunting di Kabupaten Batang lebih rendah secara nasional namun lebih tinggi dari Jawa Tengah.

Menyikapi situasi itu Lani membentuk tim percepatan penurunan stunting di Kabupaten Batang yang berfokus untuk mencegah stunting. Tujuannya agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal baik fisik maupun emosialnya.

Dijelaskan stunting merupakan permasalahan kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama dan infeksi berulang, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar yang telah ditetapkan oleh menteri kesehatan.

“Stunting tidak sekedar anak yang terhambat pertumbuhannya namun juga terhambat perkembangan otaknya sehingga kemampuan untuk berfikir menjadi sangat kurang dan pada akhirnya menjadi kurang produktif, pendek, dan mudah sakit,” jelasnya.

Baca Juga: Kota Pekalongan Targetkan Kasus Stunting Turun Jadi 12 Persen pada 2024

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: batangkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X