Kota Pekalongan Gelar Kampanye dan Aksi Solidaritas Peduli HIV/AIDS

- Rabu, 1 Desember 2021 | 20:19 WIB
aksi peduli HIV AIDS Kota Pekalongan (Pekalongankota.go.id)
aksi peduli HIV AIDS Kota Pekalongan (Pekalongankota.go.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN- Kota Pekalongan. Hari AIDS Sedunia diperingati pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya. Peringatan itu dlakukan untuk mencegah penularan AIDS yang sebabkan virus HIV. Programnya yaitu edukasi pemahaman bahaya AIDS, pola penyebarannya, dan cara mencegahnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan turut serta memperingati hari AIDS Dunia pada Rabu, 1 Desember 2021. Kegiatan itu dilaksanakan dengan bekerja sama beberapa pihak. Di antaranya Persatuan Persatuan Perawat Indonesia(PPNI), Forum Kota Sehat dan beberapa mahasiswa. Mereka menggelar Kampanye dan Aksi Solidaritas Peduli HIV/AIDS. Aksi yang mengusung tema tema “Akhiri AIDS: Cegah HIV, Akses Untuk Semua” itu berlangsung di 5 titik kota Pekalongan.

Kelima titik itu antara lain Simpang Lima Jl Diponegoro, Perempatan Grogolan, Perempatan Ponolawen, Alun-Alun Kota Pekalongan, dan Perempatan Sorogenen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dr Indah Kurniawati Mkes menjelaskan bahwa, Hari AIDS Sedunia diperingati sebagai upaya lebih memberikan pemahaman kepada masyarakat luas khususnya di Kota Pekalongan untuk menyukseskan Penanggulangan HIV/AIDS menuju Ending AIDS 2030.

Implementasinya mendorong komitmen bersama untuk meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu termasuk pelayanan kepada penderita HIV/AIDS atau yang biasa dikenal dengan ODHA.

“Dalam Peringatan Hari AIDS pada hari ini kami melakukan kampanye atau orasi serta melakukan aksi pembagian leaflet dan pin yang terbagi dalam 5 lokasi. Sehingga,masyarakat terutama pengguna jalan bisa semakin paham bahwa AIDS ini menjadi salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia, khususnya Kota Pekalongan yang masuk dalam salah satu Standar Pelayanan Minimal Kesehatan yang harus dicapai,” ujar  dr Indah.

Lebih lanjut dr Indah menyampaikan, sesuai arahan Menteri Kesehatan RI, untuk menghambat laju epidemi HIV adalah dengan menerapkan : S-T-O-P : Suluh-Temukan-Obati-Pertahankan. Tujuannya agar target Three Zero 95-95-95 terpenuhi, yaitu 95% ODHA mengetahui status HIV-nya, 95% ODHIV yang mengetahui status HIV-nya mendapatkan Antiretroviral (ARV), dan 95% ODHIV yang telah mendapatkan obat ARV mencapai supresi viral-loadnya.

“Oleh karena itu, untuk masyarakat yang sehat diminta untuk melakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan menjauhi kebiasaan hidup yang beresiko. Diharapkan dua hal penting itu,selain masyarakat bersedia untuk melakukan tes bagi yang beresiko,mau mengikuti terapi pengobatan sehingga berhasil viral load darahnya diturunkan. Masyarakat sendiri harus melakukan PHBS dan mendukung para ODHA ini untuk tidak dikucilkan dan mendukung agar bisa melakukan terapi,” pungkasnya. ***

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: pekalongankota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X