Polres Batang Menanam 60 ribu bibit Mangrove di sepanjang pantai pesisir Pantura

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:26 WIB
Polres Batang bersama unsur daerah lainnya memulai menanam mangrove di pesisir pantura (Humas Polri)
Polres Batang bersama unsur daerah lainnya memulai menanam mangrove di pesisir pantura (Humas Polri)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Batang. Kepolisian Resot Batang memulai program penanaman 60 ribu bibit mangrove di sepanjang pesisir pantai utara Jawa Tengah baru-baru ini. Kegiatan yang bertujuan mencegah gelombang dan abrasi itu diikuti 130 personel yang terdiri atas unsur Polres Batang, TNI AD-Kodim 0736, Satpol PP, Perhutani, BPPD, PMI, dan TNI AL.

Menurut Kepala Polres Batang, AKBP Irwan Susanto, program penanaman mangrove merupakan bagian dari program Polda Jawa Tengah yakni Program Mageri Segoro. Program itu juga berbarengan dengan percepatan Vaksinasi Covid-19 dan pembagian sembako.

Penanaman mangrove dimulai di pantai Sicepit, dukuh Kebanyon, kelurahan Kasepuhan, kecamatan Batang. Kemudian berlanjut ke pantai lainnya. Sekitar 60 ribu bibit mangrove akan ditanam hingga bulan Desember mendatang.

Kepala Polres Batang, AKBP Irwan Susanto memastikan, lokasi penanaman sesuai dengan kebutuhan karena pihaknya telah melakukan pendataan terlebih dahulu mengenai titik-titik yang dirasa perlu ditanami mangrove guna pencegahan abrasi.

“Kami hadir di sepanjang pesisir Pantura Batang dalam rangka mencegah abrasi dan ini dilakukan Serempak. Kami juga bekerjasama dengan stakeholder seperti Pemda dan TNI,” kata Irwan Susanto pada Selasa (12/10/21) kemarin.

Bupati Batang, Wihaji, yang turut hadir dalam acara itu menambahkan, sepanjang pesisir batang punya 74 Km mulai dari perbatasan dengan Kota Pekalongan hingga Kabupaten Kendal, dan rata-rata permasalahannya adalah abrasi.

Untuk itu, Wihaji sangat mengapresiasi atas inisiatif Polres Batang dalam menggelar acara penanaman mangrove tersebut. Wihaji mencontohkan apabila tidak segera diatasi, abrasi bisa menghilangkan kawasan pantai Sigandu yang saat ini mirip seperti Jimbaran, Bali.

“Kalau tidak hati-hati, pantainya bisa sampai ke jalan raya. Dulu saja, masih ada 300 meter pantai. Sekarang dekat jalan sudah laut,” kata Wihaji.

Lebih lanjut Wihaji menyampaikan, penanaman bibit mangrove pada Sicepit juga dinilai sangat tepat. Kemudian setelah menanam yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara dalam merawatnya saja. Selain itu, Wihaji yakin jika bersahabat dengan alam maka alam juga akan bersahabat dengan kita.***

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: batangkab.go.id

Tags

Terkini

X