Krisis Chip Semikonduktor Mobil belum berakhir, Toyota Mengurangi Produksinya hingga 15 Persen

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 10:48 WIB
Logo Toyota (twitter.com/ @ToyotaID)
Logo Toyota (twitter.com/ @ToyotaID)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Krisis chip semikonduktor mobil belum berakhir. Kondisi itu memaksa pabrik Toyota kembali mengurangi jumlah produksi mobilnya pada November tahun ini. Kali ini pabrikan otomotif asal Jepang itu akan memangkas produksinya hingga 15 persen.

Pemangkasan produksi Toyota dilakukan di negara kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Vietnam sebanyak 300 ribu unit menjadi 9 juta unit. Selain disebabkan kurangnya pasokan chip semikonduktor, pemangkasan produksi juga dipicu masih tingginya kasus Covid 19 di kedua negara itu.

Mobil Yaris Toyota (Agus Santosa)

Kazunari Kumakura, seorang eksekutif Toyota seperti dilansir dari Paultan dan diberitakan Pikiran Rakyat.Com, mengatakan pihaknya mengalami periode terburuk dari risiko produksi yang lebih rendah, dan situasi itu terjadi di luar prediksi. Pernyataan Kazunari Kumakura disampaikan pada media pada Jumat, 15 Oktober 2021.

Meski demikian Kazunari Kumakura optimis, Toyota akan kembali meningkatkan produksinya pada Desember 2021 karena diperkirakan pada bulan itu pasokan chip semikonduktor sudah kembali normal.

Peningkatan produksi di akhir tahun 2021 ini dilakukan agar Toyota dapat mencapai target awal yang telah ditetapkan. Diprediksi produksi Toyota akan meningkat seiring membaiknya pasokan chip sehingga pabrik dapat membuat mobil 97.000 unit antara Desember dan Maret tahun depan.

Perlu diinformasikan selain Toyota, pabrik otomotif lainnya seperti Honda, Mitsubushi, Nisan juga mengalami penurunan produktivitas akibat krisis pasokan Chip Semikonduktor dan pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Turunnya produksi mereka disertai penurunan penjualan mobil di seluruh dunia.***

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X