Chip adalah Ruhnya Mobil Moderen, Dampak Kelangkaan Chip Membuat Produsen Pangkas Produksi Mobil 1 Juta Unit

- Selasa, 28 September 2021 | 12:09 WIB
Mobil Yaris Toyota (Agus Santosa)
Mobil Yaris Toyota (Agus Santosa)

Suaramerdeka.com.-Saat ini dunia otomotif direpotkan dengan kelangkaan chip atau semikonduktor. Padahal komponen chip sangat vital untuk menggerakan sistem operasional sebuah mobil. Diperkirakan kelangkaan chip itu berlangsung hingga 2023. Dampak dari kelangkaan chip, banyak industri mobil mengurangi produksiya. Informasi yang beredar semua industri mobil seluruh dunia memangkas produksi mobil hingga 1 juta unit akibat  krisis chip.

Mengapa keberadaam chip sangat vital bagi mobil?

Di era moderen ini, fungsional mobil  sangat bergantung pada chip, karena sistem kerja mobil tersebut beroperasi secara computerized. Boleh dikata meski kecil barangnya dan tidak kelihatan, namun chip merupakan komponen krusial dan strategis yang wajib dimiliki mobil. Pasalnya chip yang disebut juga sirkuit terintegrasi berperan  sebagai otak yang memiliki kecerdasan buatan untuk menjalankan semua sistem kerja fitur-fitur yang ada pada sebuah mobil. Tak heran jika kelangkaan chip saat ini menghambat produksi mobil sehingga pelaku industri mobil dunia memangkas jumlah produksinya hingga 1 juta unit.

Chip dibuat dari perangkat yang dikenal dengan istilah semikonduktor.Jika dibandingkan mobil masa lampau, fungsi semikonduktor di mobil era kini adalah mengganti sistem mekanis dengan sistem elektris yang menggunakan semikonduktot (chip). Perangkat itu bisa dibilang merupakan bagian terpenting dari tiap mobil masa kini yang memenuhi jalan-jalan.

Selain di mobil, semikonduktor juga digunakan dalam perangkat elektronik lain yang pola kerjanya berbasis komputerisasi  atau bekerja secara otomatis seperti komputer meja, laptop, smartphone, microwave, lemari es, dan sejenisnya.

Saat ini, mobil merupakan pengguna semikonduktor yang paling krusial. Bagi mobil masa kini semikonduktor (chip) menjadi komponen paling strategis sehingga bisa dibilang ruhnya mobil. Tanpa komponen semikonduktor, unit mobil tidak akan berfungsi. Maka kehadiran chip (semi konduktor) merupakan harga mati dalam produksi mobil.

Apa sih semikonduktor/chip itu?

Semikonduktor merupakan perangkat yang menjadi konduktor sekaligus insulator yang menghantarkan listrik sebagian. Disebabkan fungsinya yang  menghantarkan listrik hanya sebagian, maka  disebut semikonduktor. Artinya dalam beberapa kondisi, semikonduktor akan menghantarkan listrik, tetapi tidak akan melakukan hal yang sama dalam keadaan yang berbeda. Hal itu terjadi karena konduktivitas semikonduktor berada di antara isolator (bahan yang tidak memungkinkan lewatnya energi) dan konduktor (yang memungkinkan aliran energi bebas). Sifat tersebut yang membuat semikonduktor sebagai perangkat ideal dalam chip mobil untuk mengendalikan arus listrik.

Semikonduktor terbuat dari elemen murni seperti karbon, germanium, dan silikon. Pun, senyawa seperti galium arsenida juga dapat digunakan sebagai semikonduktor. Terkait dengan fungsinya di atas maka  semikonduktor adalah bagian terpenting pada chip mobil masa kini yang banyak digunakan pada piranti elektroniknya untuk mengoperasikan fitur-fitur mobil. Fitur-fitur yang memanfaatkan semikonduktor antara lain adalah fitur keselamatan, mulai dari sensor sabuk pengaman, airbag, rem anti terkunci atau anti-lockbrakingsystem, sistem otonom, kamera parkir, dan lainnya.

Semikonduktor juga akan menghemat baterai pada mobil listrik dan mobil hybrid, sehingga membuat baterai memiliki masa pakai yang lebih lama. Lebih utama lagi, fungsi semikonduktor di chip mobil juga memungkinkan berbagai fitur di mobil dapat bekerja dengan lebih optimal. Pun semikonduktor menopang berbagai sistem seperti sistem kendali, sistem transmisi, sistem managemen mesin, yang adaptif dengan kebutuhan pengemudi. Dan masih banyak lagi komponen dan fitur dalam mobil yang menggunakan semikonduktor (chip). Dampak positifnya dari penggunaan perangkat tersebut,  menjadikan fitur keamanan dan keselamatan mobil berfungsi lebih baik sehingga tercipta berbagai sistem keamanan yang hasilnya lebih maksimal.***

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Terkini

X