Di PON 20 Papua, Ketika Pebulu Tangkis Papua mampu menembus dominasi Jawa

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:58 WIB
Pebulu tangkis tunggal putri Jawa Barat Saifi Riska Nurhidayah (kedua kiri), tunggal putri Bali Komang Ayu Cahya Dewi (kiri), tunggal putri Papua Gabriela Meilani Moningka (kedua kanan) dan tunggal putri Jawa Timur Sri Fatmawati (kanan) berfoto bersama saat Upacara Penghormatan Pemenang final Bulu Tangkis Tunggal Putri PON Papua di GOR Waringin Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Rabu (13/10/2021). ( ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj)
Pebulu tangkis tunggal putri Jawa Barat Saifi Riska Nurhidayah (kedua kiri), tunggal putri Bali Komang Ayu Cahya Dewi (kiri), tunggal putri Papua Gabriela Meilani Moningka (kedua kanan) dan tunggal putri Jawa Timur Sri Fatmawati (kanan) berfoto bersama saat Upacara Penghormatan Pemenang final Bulu Tangkis Tunggal Putri PON Papua di GOR Waringin Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Rabu (13/10/2021). ( ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Papua. Pebulu tangkis Papua Gabriela Meilani Moningka mendadak dikerubungi panitia dan sukarelawan yang memintanya untuk berfoto bersama seusai ia menerima medali perunggu pada upacara penyerahan medali bulu tangkis tunggal putri di GOR Waringin, Jayapura, Rabu, 13 Oktober kemarin.

Ia dengan sabar meladeni para relawan dan panitia di arena bulu tangkis yang bergantian ingin berswafoto dengannya. Meski tertutupi masker, sorot mata Gabriela tetap terlihat menunjukkan kebahagiaan.

Gabriela pantas menjadi “ratu” sehari walaupun hanya meraih perunggu. Ia telah mencatatkan sejarah dalam olahraga bulu tangkis di ajang PON. Papua dan Bali menjadi provinsi yang berhasil menaiki podium di tengah dominasi jagoan bulu tangkis provinsi-provinsi di Pulau Jawa.

Gabriela memang bukan orang asli Papua. Ia lahir di Manado, Sulawesi Utara. Saat masih bayi, ia diboyong oleh orang tuanya yang harus dinas bekerja ke Jayapura.

Meski bukan orang asli Papua, perempuan berusia 22 tahun itu juga bukan pemain kontrak yang secara khusus disewa untuk tampil PON. Namun dia mempunyai kenangan karena pernah lama tinggal di Papua.

Gabriela sejak kecil sudah menyukai olahraga bulu tangkis. Ia bertekad untuk menjadi seorang atlet. Demi mewujudkan impiannya, orang tuanya pun membawa dia ke Jakarta pada 2007 silam dengan menempuh perjalanan laut yang memakan waktu sampai satu pekan.

Pada usia delapan tahun, Gabriela mulai mengikuti seleksi agar bisa bergabung dengan klub bulu tangkis hingga akhirnya dia bergabung dengan klub asal Banjarmasin, PB Berkat Abadi, yang pelatihannya digelar di Jakarta.

Setelah bertahun-tahun tinggal di Jakarta, Gabriela kembali ke Jayapura, Papua, tempat dia dibesarkan. Ia kembali ke Papua untuk memperkuat tim tuan rumah dalam ajang PON 2021.

Meski hanya mempunyai waktu latihan bersama tim tiga bulan menjelang PON, Gabriela menjadi bagian dari sejarah olahraga bulu tangkis Tanah Air.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aceh dan Sumut menjadi Tempat Peparnas XVII 2024

Minggu, 14 November 2021 | 11:02 WIB
X