Pen tertanam di tangan, Adinda Atlet Jatim Menjadi Peraih Medali Emas terbanyak PON Papua

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:22 WIB
Atlet renang perairan terbuka putri Jawa Timur Adinda Larasati berfoto saat upacara pengalungan medali usai final renang perairan terbuka 10.000 M putri PON Papua di Teluk Yos Sudarso, Kota Jayapura, Papua, Selasa (5/10/2021). Atlet renang perairan terbuka Jawa Timur Adinda Larasati berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 2 jam 13 menit 49 detik sementara medali perak diraih atlet DKI Jakarta Kathriana Mella Gustianjani dengan catatan waktu 2 jam 22 menit 45 detik.  (ANTARA FOTO/Fauzan/wsj)
Atlet renang perairan terbuka putri Jawa Timur Adinda Larasati berfoto saat upacara pengalungan medali usai final renang perairan terbuka 10.000 M putri PON Papua di Teluk Yos Sudarso, Kota Jayapura, Papua, Selasa (5/10/2021). Atlet renang perairan terbuka Jawa Timur Adinda Larasati berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 2 jam 13 menit 49 detik sementara medali perak diraih atlet DKI Jakarta Kathriana Mella Gustianjani dengan catatan waktu 2 jam 22 menit 45 detik. (ANTARA FOTO/Fauzan/wsj)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Papua. Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua resmi berakhir dengan ditandai upacara penutupan di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat malam.

Dari sekitar enam ribuan atlet yang bersaing, perenang putri asal Jawa Timur Adinda Larasati Dewi Kirana menjadi atlet dengan koleksi medali emas terbanyak dalam pesta olahraga terbesar di Tanah Air edisi ke-20 tersebut.

Secara keseluruhan, Adinda Larasati sukses membawa pulang delapan medali emas dan satu perak.

Torehan tersebut terbilang luar biasa. Sebab, Adinda tampil dengan kondisi tangan yang masih tertanam pen.

Ya, Adinda mengaku sekitar kurang dari satu tahun lalu, pen tertanam pada salah satu tangannya setelah insiden kecelakaan Juli 2020 lalu.

Peristiwa tersebut pun sempat mengganggu persiapan Adinda menuju PON Papua karena dia harus naik meja operasi.

Dia pun harus rehat dan menjauh dari kolam renang selama empat bulan lamanya. Bahkan, kata Adinda, dokter menyarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat selama satu tahun.

Namun pada sisi lain, Adinda memiliki target pada PON Papua. Dia ingin tampil dan memberikan yang terbaik untuk Jawa Timur.

Tekadnya, mengalahkan semuanya. Adinda mulai kembali menjalani persiapan pada November 2020 dengan pen masih tertanam di tangannya.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aceh dan Sumut menjadi Tempat Peparnas XVII 2024

Minggu, 14 November 2021 | 11:02 WIB
X