Hand Ball Berpeluang Dapat Berkembang di Indonesia setelah dipertandingkan pertama kali dalam PON 2021

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 08:39 WIB
Pelatih kepala tim bola tangan putri DKI Jakarta, Muhamad Mehdi Sadraei (RRI)
Pelatih kepala tim bola tangan putri DKI Jakarta, Muhamad Mehdi Sadraei (RRI)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Papua. Olahraga bola tangan di Indonesia mungkin belum terlalu populer di kalangan masyarakat pecinta olahraga tanah air.

Ya, olahraga yang dimainkan pertama kali oleh tentara Jerman pada perang dunia dahulu kala itu, tengah dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua untuk pertama kalinya.

Ditengah kesibukannya mendampingi timnya berlaga di PON Papua, Pelatih kepala tim bola tangan putri DKI Jakarta, Muhamad Mehdi Sadraei mengungkapkan untuk mencapai kesuksesan prestasi khususnya olahraga bola tangan, di Indonesia perlu mengadakan pertandingan sesering mungkin.

Dikatakan, pertandingan itu bisa saja dilakukan di sekolah-sekolah hingga ke tingkat universitas atau perguruan tinggi.

"Bola tangan di Indonesia harus sering ada pertandingan sesering mungkin. Harus ada liga setiap minggu," beber pelatih berperawakan jangkung dan kekar, Kamis (14/10/2021).

Dikatakan, untuk menciptakan atlet fasih dalam olahraga bola tangan harus dibentuk melalui pertandingan-pertandingan. Seperti liga pro, kejuaraan tingkat disekolah atupun perguruan tinggi bahkan Kejurda maupun kejurnas.

"Anak-anak menghadapi liga sesering mungkin. Bukan Empat tahun sekali baru ada," katanya.

"Jadi well experience, tiap-tiap minggu ada event terus. Juga pertandingan dilakukan di sekolah-sekolah dan universitas," ungkap pelatih asal Iran.

Kemudian perlu melakukan pengelompokan jenjang usia berkarir dalam olahraga bola tangan, baik dari 12, 15, 18 dan senior putra dan putri.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: RRI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aceh dan Sumut menjadi Tempat Peparnas XVII 2024

Minggu, 14 November 2021 | 11:02 WIB
X