Manager Tim Anggar Jateng Bersyukur dapatkan Perunggu meskipun Targetnya Emas

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 21:11 WIB
logo PON XX
logo PON XX

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Papua. Dalam PON XX,  Cabang olahraga anggar memperebutkan 12 medali emas.Jateng menurunkan 15 atlet anggar dan bertanding di semua nomor.

Sebagimana telah diberitakan //www.suaramerdeka.com/olahraga/hari-terakhir-tim-anggar-jateng-raih-perunggu, hasil pertandingan cabang olahraga anggar, Jateng hanya meraih dua perunggu, masing-masing di nomor sabel perorangan putra atas nama Angga Maulana yang dipertandingkan di hari pertama.Kemudian perunggu kedua dari nomor sabel beregu putri di hari terakhir.

Setiap hari cabang olahraga anggar memperebutkan dua medali emas, atlet bertanding dari babak eliminasi, dilanjutkan fase gugur hingga final.

Dua medali emas diperebutkan di hari terakhir cabang anggar yang dipertandingkan dalam PON XX papua 2021 di Gedung Serbaguna Gereja St Yoseph, Merauke, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Jateng mendapat medali perunggu di nomor sabel beregu putri bersama Kalbar sebagai juara tiga bersama. Di nomor Sabel beregu putri ini, Jateng menurunkan Andira Kurniawati, Agustina, dan Dinda.Di semi final, Jateng takluk atas tim Jabar. Di final sendiri, Jabar kalah atas Kaltim.

Satu perebutan emas lagi di nomor degen beregu putra.Jateng yang menurunkan Handoko, Naufal, dan Rosy, harus terhenti di babak delapan besar. Dengan begitu Jateng gagal melaju ke semi final sebagai jalur medali.Medali emas di nomor ini, direbut tim Riau setelah mengalahkan Jatim di final.

Riau menjadi pengumpul medali terbanyak dengan lima emas.Kaltim, Jabar, dan Sulsel menyabet masing-masing dua emas.Adapun Aceh merebut satu emas.

Manajer tim anggar PON XX Jateng Agus Purwanto menyatakan, seaara pribadi, Ikatan Anggar (IKASI) Jateng mentargetkan satu emas sebagai motivasi bagi tim. Meskipun KONI Jateng mentargetkan medali saja.
Agus mengatakan,Pihaknya bersyukur sudah mempersembahkan dua perunggu. Tentunya ini jadi bahan evaluasi dan modal awal bagi pengurus IKASI Jateng yang relatif masih baru ini. Apalagi dilihat dari persiapan yang hanya tiga bulan TC jelang PON, dirasa kurang cukup ideal
Agus tetap bangga kepada para atletnya.Sebab secara usia, mereka masih memiliki potensi untuk dikembangkan. Paling tidak pada PON 2024 di Aceh, diharapkan bisa berbuat banyak. Pada PON 2016, Jateng meraih perak. (Tina) ***

 (Moch Kundori/Suara Merdeka)

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Suara Merdeka

Tags

Terkini

Aceh dan Sumut menjadi Tempat Peparnas XVII 2024

Minggu, 14 November 2021 | 11:02 WIB
X