Harga Singkong Petani di Lampung Alami Penurunan. Begini Respon DPRD

- Sabtu, 5 November 2022 | 22:04 WIB
 Singkong (Pexels)
Singkong (Pexels)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Medan. Harga singkong petani di Lampung mengalami penurunan di pasar industri pengolahan. Diperparah dengan adanya potongan / rafaksi yang mencapai 29 persen. Situasi itu menjadikan banyak petani mengeluh.

Merespon hal itu Komisi II DPRD Provinsi Lampung melakukan pertemuan dengan Manajemen PT Sungai Budi Group di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, belum lama ini.

Diketahui PT Sungai Budi Group merupakan salah satu industri pengolahan yang penampung singkong petani untuk dibuah menjadi produk olahan.

Baca Juga: Lima Pahlawan Nasional yang Ditetapkan Pemerintah Pada Tahun 2022

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami mengungkapkan saat ini pabrik atau lapak menerima singkong dari petani hanya Rp1.100-1.245/kg dengan potongan mencapai 29 persen.

“Kalau harga singkong turun, dan potongannya relatif besar, petani sangat merugi. Untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, dan menghidupi serta biaya sekolah anaknya pun tidak bisa.

Lesty juga mempertanyakan besarnya potong tersebut.

“Kenapa potongan bisa sebesar itu, ada kendala apa. Ini harus di jelaskan kepada masyarakat,” kata dia.

Lesty menyebutkan beberapa perusahaan terindikasi melakukan praktik yang membuat petani dirugikan. Mulai dari timbangan, penentuan harga secara sepihak, rafaksi singkong tak memiliki ketentuan dan berbagai pungli di perusahaan.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: gesuri.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X