Peras Pedagang, ASN Terjaring OTT Polresta Mataram. Begini Kronologinya

- Minggu, 16 Oktober 2022 | 21:21 WIB
Keterangan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK dan jajarannya. (Foto: PMJ News)
Keterangan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK dan jajarannya. (Foto: PMJ News)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Mataram. Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melakukan pemerasan terhadap pedagang di Pasar ACC Ampenan. Mereka meminta pedagang membayar Rp 30 juta dengan dalih sebagai biaya sewa kios pasar ACC Ampenan. Padahal kios tersebut di bangun secara pribadi oleh pedagang.

Meski keberatan, para pedagang itu menyetorkan uang Rp 30 juta kepada oknus ASN tersebut. Pada saat penyerahan uang itu, para pihak terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Tim Unit Tipidkor Sat Reskrim Polresta Mataram pada beberapa hari lalu. 

Baca Juga: Jelang Jalani Sidang Perdana, Terdakwa Putri Candrawathi Depresi

Dalam OTT itu, polisi mengamankan 4 orang terduga pelaku tindak pidana korupsi yang berdalih sewa kios. Empat orang itu yakni, 1 pedagang, 2 orang oknum ASN Dinas Perdagangan, serta 1 orang Kepala Pasar ACC Ampenan.

Hal itu berdasarkan informasi dari Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK pada Minggu 16 Oktober 2022.

Menurutnya yang terjaring OTT yakni oknum ASN di lingkungan Disperindag Kota Mataram. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, setelah pemeriksaan saksi-saksi dan dokumen lalu ditemukan 2 alat bukti, Unit Tipikor Sat Reskrim Polresta Mataram menetapkan AK sebagai tersangka, pada Sabtu, 15 Oktober 2022.

"Tersangka tersebut adalah AK, Pria 44 tahun, Islam, alamat Taman Karang Baru, Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram jabatan Kepala UPTD Pasar Cakranegara dan Sandubaya Disperindag," jelasnya.

Adapun pedagang hanya menjadi saksi dan tidak menjadi tersangka.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X