Kantor Distrik Kebo di Papua Dibakar Aparat Kampung. Ini Motifnya

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 21:55 WIB
Kantor Distrik Kebo di Papua di bakar sekelompok warga / pmj news
Kantor Distrik Kebo di Papua di bakar sekelompok warga / pmj news

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Pinai. Setelah pembagian bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar Minyak (BBM), terjadi kebakaran di Kantor Distrik Kebo Kabupaten Paniai, Papua. Api mulai melalap bangunan sekitar pukul 11.30 pada Jumat, 30 September 2022  WIT.

Aparat kepolisian pun turun tangan untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Hasil penyelidikan yang dilakukan Polres Paniai diketahui kantor itu dibakar oleh sekelompok aparat kampung yang sedang mabuk minuman keras.

Baca Juga: Kapolri Menyiapkan 1.800 Personel untuk Menjemput Lukas Enembe

Mereka mabuk lalu melakukan pembakaran karena marah tak mendapatkan honor pembagian BLT BBM.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal dikutip dari laman PMJ News, Sabtu 1 Oktober 2022.

Menurutnya, setelah pembagian bantuan, sekelompok orang yang merupakan aparat kampung dalam keadaan dipengaruhi minuman keras sambil membawa alat tajam lalu melakukan pembakaran kantor tersebut.

“Motif sementara pembakaran Kantor Distrik Kebo dilakukan karena para pelaku kecewa honor aparat Kampung dan pembagian BLT di Kampung Kebo 1 Distrik Kebo tidak dibayarkan sesuai dengan daftar, sehingga hal tersebut memicu terjadinya aksi pembakaran,” ujar Kamal dalam keterangan resminya.

Kemudian Kamal menuturkan peristiwa tersebut bermula ketika Kepala Distrik, staf Dinas Sosial dan petugas pendamping Distrik selesai mengantarkan dana BLT dan BBM yang diserahkan kepada para Kepala Kampung.

Beberapa waktu berselang, usai penyaluran BLT BBM itu, terjadilah aksi pembakaran yang dilakukan aparat kampung yang mabuk karena kecewa tak mendapat honor.

Kasus pembakaran tersebut saat ini dalam proses penyelidikan dan penyidikan Satreskrim Polres Paniai dengan melakukan pemeriksaan awal terhadap dua orang saksi. Meski begitu, situasi di lokasi saat ini masih terkendali.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X