Terungkap Aksi Borong LPG Subsidi Lalu Dijual dengan Harga Tinggi. Begini Modusnya

- Senin, 26 September 2022 | 21:23 WIB
Ditreskrimsus Polda Riau menggerebek gudang di Jalan Tanjung Batu Kecamatan Limapuluh yang dijadikan tempat penyulingan gas LPG Subsidi. (Akmal/HRC)
Ditreskrimsus Polda Riau menggerebek gudang di Jalan Tanjung Batu Kecamatan Limapuluh yang dijadikan tempat penyulingan gas LPG Subsidi. (Akmal/HRC)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Pekanbaru. Lima oknum warga di Pekanbaru menyalahgunakan gas LPG subsidi 3 kg untuk dijual dengan harga nonsubsidi. Modusnya mereka menyuling gas lpg dari tabung 3 kg lalu diisikaan ke tabung gas 5,5 kg dan 12 kg.

Selain merugikan keuangan negara, aksi tersebut mengundang resiko kebakaran. Aksi mereka yang dikerjakan ruko di Jalan Tanjung Batu, Nomor 110 Kelurahan Pesisir, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekan akhirnya terbongkar.

Mereka digerebek oleh Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

Baca Juga: Indonesia Kirim Bantuan Kemanusian untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan

Dari penggerebekan itu, polisi menangkap lima orang pelaku. Diantaranya yaitu TAN alias OYEB (56) sebagai pemilik, dan empat orang lainnya selaku pekerja yaitu SAL alias ISAN (50), NFT alias NAT (24), SYAF alias ICAP (53) dan HDL alias LIMBONG (36).

Diketahui kelima orang itu terdiri atas warga Kota Pekanbaru dan juga Kota Medan, Sumatera Utara.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, didampingi Direktur Reskrimsus Kombes Pol Ferry Irawan, Kasubdit I Reskrimsus Kompol Edi Rahmat Mulyana, dan Kasubdit IV Reskrimsus AKBP Dhovan Oktavianton, saat ekspos kasus, Senin, 26 September 2022.

"Adapun modus operandinya, para tersangka memindahkan isi tabung elpiji ukuran 3 kg bersubsidi ke tabung ukuran 5,5 kg dan 12 kg non subsidi. Selanjutnya mereka meniagakannya dengan tujuan memperoleh keuntungan, namun sangat merugikan negara dan kepentingan masyarakat luas," kata Sunarto.

Lebih lanjut dijelaskan pada tersangka awalnya membeli gas elpiji 3 kg subsidi ke beberapa pangkalan dan warung yang ada di Kota Pekanbaru. Kemudian melakukan pengoplosan ke LPG nonsubsidi.

Setelah itu, para tersangka menjual gas hasil sulingan dalam tabung 5,5 kg dan 12 kg itu ke beberapa agen tak resmi dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X