Budi Daya Jahe Merah Mampu Menggerakkan Ekonomi Petani di Bengkulu

- Senin, 19 September 2022 | 17:33 WIB
Jahe Merah (Dok.RS Unair-ObatNews)
Jahe Merah (Dok.RS Unair-ObatNews)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Bengkulu. Sebagai tanaman rempah, jahe merah mengandung banyak manfaat untuk berbagai keperluan dari bumbu dapur, minuman, hingga obat.

Besarnya manfaat itu menjadikan jahe merah sebagai komoditas pertanian yang mampu menggerakkan perekonomian. Salah satunya yang dijalani petani jahe merah dari Kecamatan Lebong Atas, Lebong, Bengkulu. Petani yang bernama Jun (34 tahun) itu dapat menghasilkan 20 ton jahe merah di lahan seluas dua hektare.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 400 Miliar untuk Tingkatkan Produksi Kedelai

Dikutip dari laman rri.co.id pada Senin, 19 September 2022, Jun menyampaikan bahwa prospek usaha budidaya jahe merah sangat baik karena tanaman ini tak mengenal musim dan kondisi cuaca.

"Kebutuhan jahe merah per bulan di tempat kami saja sekitar 10 ton. Itu dalam bentuk simplisia," kata Jun.

Simplisia adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat, belum mengalami pengolahan apa pun (kecuali dinyatakan lain berupa bahan yang telah dikeringkan).

Jun mengatakan banyak orang menggunakan jahe merah untuk dikreasikan menjadi makanan atau minuman kaya manfaat. Jahe merah biasanya diolah menjadi ramuan obat, makanan atau minuman.

Jahe merah juga bisa dipakai untuk bumbu makanan, supaya tambah enak.

"Tanaman ini pun banyak dicari karena khasiatnya. Termasuk kesehatan karena bisa dipakai sebagai obat dari banyak penyakit berat," kata Jun.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: rri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X