Sikapi Penolakan Pembangunan Gereja di Cilegon, Menag Yaqut Inisiasi Dialog

- Senin, 12 September 2022 | 17:49 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas menyebutkan Kemenag akan mengundang para pihak terkait untuk mencari solusi terbaik soal pembangunan gerjea di Cilegon yang ditolak masyarakat. (Kemenag RI/CoverBothSide.com)
Menag Yaqut Cholil Qoumas menyebutkan Kemenag akan mengundang para pihak terkait untuk mencari solusi terbaik soal pembangunan gerjea di Cilegon yang ditolak masyarakat. (Kemenag RI/CoverBothSide.com)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Sejumlah kelompok warga menolak pembangunan gereja di Cilegon. Penolakan itu menuai sorotan publik setelah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon turut menandatangi petisi penolakan gereja yang terbentang pada kain putih.

Sementara itu pembangunan gereja dinilai sesuai kebutuhan. Pasalnya jemaat Kristen di Cilegon saat ini belum memiliki gereja di Kota Cilegon. Mereka harus pergi ke Serang untuk menjalankan ibadah. Tak ayal situasi itupun memantik polemik di masyarakat.

Baca Juga: Bareskrim Lengkapi Berkas Dugaan Penyelewengan Donasi yang Dilakukan Petinggi ACT

Di sisi lain, beberapa elemen masyarakat menyayangkan adanya penolakan warga atas pembangunan gereja di Cilegon. Salah satunya jaringan Gusdurian. 

Menyikapi situasi tersebut, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berinisiasi akan mengundang para pihak terkait untuk bisa duduk bersama membahas solusi terbaiknya.

Hal itu disampaikan Menag Yaqut Menag di Jakarta, Senin 12 September 2022 di laman kemenag.

“Kita akan diskusikan solusinya dengan Wali Kota Cilegon dan tokoh masyarakat. Saya mengundang mereka untuk bertemu pada 14 September mendatang,” ujar Menag Yaqut.

Lebih lanjut Yaqut menyampaikan bahwa dirinya sudah mengirim tim ke para pihak.

“Saya sudah terima laporan dari tim, undangan pertemuan di kantor Kementerian Agama ini sudah dikirim ke para pihak, termasuk Wali Kota Cilegon,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X