310 Rumah Tak Layak Huni di Tiga Gunung Direhabilitasi Buat Homestay

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 20:35 WIB
Homestay di Bromo, Tengger, dan Semeru dibangun KemenPUPR / rri.co.id
Homestay di Bromo, Tengger, dan Semeru dibangun KemenPUPR / rri.co.id

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Probolinggo. Ratusan rumah usaha pondok wisata (homestay) di koridor Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru (BTS), Jawa Timur dibangun Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Setidaknya 430 rumah warga yang tidak layak huni direhabilitasi. Dari jumlah itu 310 rumah diperuntukkan buat homestay. Adapun 120 rumah untuk usaha pariwisata lainnya seperti warung, kios dan kafe.

Baca Juga: Kabupaten Batang akan Punya Taman Syailendra di Kecamatan Wonotunggal

Renovasi rumah warga untuk hunian pariwisata dilakukan dengan pola pemberdayaan. Artinya masyarakat setempat bukan hanya jadi penonton, tetapi juga mendapat manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.

Hal itu disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikutip dari laman rri.co.id Sabtu, 6 Agustus 2022.

“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul,” kata Basuki

Pembangunan rumah wisata ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 109 Tahun 2020.

Program peningkatan kualitas rumah swadaya di KSPN Bromo - Tengger - Semeru dikerjakan pada Tahun Anggaran 2021 dengan anggaran Rp25,99 miliar.

Dari total 430 unit rumah, sebanyak 310 unit menjadi homestay yang tersebar di Desa Ngadisari Kabupaten Probolinggo 34 unit, Desa Tosari 45 unit dan Desa Wonokitri 35 unit di Kabupaten Pasuruan, Desa Ngadas 65 unit dan Desa Gubukklakah 66 unit Kabupaten Malang serta Desa Ranupani 65 unit Kabupaten Lumajang.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: rri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X