Terverifikasi 53.981 Rumah Rusak Dampak Gempa Cianjur yang Terima Bantuan. Ini Kategorinya

- Kamis, 8 Desember 2022 | 17:37 WIB
Presiden Jokowi kunjungi lokasi gempa Cianjur (BPMI Setpres/Laily Rachev/CoverBothSide.com)
Presiden Jokowi kunjungi lokasi gempa Cianjur (BPMI Setpres/Laily Rachev/CoverBothSide.com)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Cianjur. Masa tanggap darurat penanganan bencana gempa di Cianjur hampir selesai. Berbagai langkah sudah dikerjakan termasuk pendataan dan verifikasi rumah warga yang rusak terdampak gempa Cianjur.

Tercatat rumah warga yang rusak akibat Gempa Cianjur sebanyak 53.981 unit. Mereka dipastikan akan mendapatkan dana bantuan perbaikan rumah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam keterangannya pada Kamis 8 Desember 2022.

Baca Juga: Bantuan Perbaikan Rumah Korban Gempa Diberikan Bertahap. Ini Alasan Presiden Jokowi

“Data sementara sekarang untuk seluruhnya rumah itu yang terdampak, data sementara adalah 53.981 rumah, rusak beratnya 13.133 unit, rusak sedangnya 15.348 unit, dan rusak ringannya 25.500 unit,” ujar Suharyanto.

Saat mendampingi Presiden Jokowi, Kepala BNPB Suharyanto diminta mempermudah penyaluran bantuan perbaikan rumah kepada warga korban gempa Cianjur.

Diketahui Suharyanto turut mendampingi Presiden Jokowi saat kepala negara memberikan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah kepada korban gempa Cianjur pada Kamis 8 Desember 2022. Kegiatan itu berlangsung di Lapangan Tembak Tapal Kuda Yonif Raider 300, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi meminta kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto agar prosedur pencairan bantuan stimulan ini disederhanakan untuk mempermudah warga.

“Saya sudah perintah ke Pak Kepala BNPB Pak Suharyanto agar prosedurnya itu disederhanakan, tidak memakai administrasi yang berbelit-belit. Tetapi sekali lagi yang tolong dipegang, Bapak, Ibu sudah pegang tabungan, ya itu memang uang Bapak, Ibu semuanya, enggak ada yang bisa memiliki selain Bapak, Ibu. Jelas ya? Nanti tahapannya akan kita buat sesederhana mungkin,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X