Sikapi Dampak Erupsi Gunung Semeru, Pemerintah Tetapkan Masa Tanggap Darurat

- Minggu, 4 Desember 2022 | 23:27 WIB
Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) menetapkan tanggap darurat selama 14 hari. (foto: dok Kominfo-lmj)
Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) menetapkan tanggap darurat selama 14 hari. (foto: dok Kominfo-lmj)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Lumajang. Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur terus terjadi. Bahkan trennya kian meningkat. Luncuran awan panas dari erupsi Gunung Semeru kian jauh yakni mencapai 13 kilometer.

Merespon situasi di atas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Semeru dari level III (siaga) menjadi level IV (awas).

Paralel dengan itu Bupati Lumajang Thoriqul Haq meminta masyarakat yang berada di zona merah untuk mengosongkan tempat dan pihaknya melakukan evakuasi warga ke posko pengungsian yang telah disediakan.

Baca Juga: Merespon Erupsi Gunung Semeru, Megawati Perintahkan Baguna Turun ke Lokasi

Tercatat 1.979 warga di daerah zona merah telah mengungsi ke 11 titik.

Berdasarkan data dari BNPB, sebaran para pengungsi itu antara lain 266 jiwa di SDN 4 Supiturang, 217 jiwa di Balai Desa Oro-oro Ombo, 119 jiwa di SDN 2 Sumberurip, 228 jiwa di Balai Desa Sumberurip, 131 jiwa di Balai Desa Penanggal.

Juga 52 jiwa di Pos Gunung Sawur, 216 jiwa di Balai Desa Pasirian, 150 jiwa di Lapangan Candipuro, 600 jiwa di Kantor Kecamatan Candipuro dan sisanya di SMP N 2 Pronojiwo.

Menyikapi dampak erupsi Gunung Semeru, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyatakan akan memberlakukan masa tanggap darurat bencana akibat awas panas dari Gunung Semeru selama 14 hari.

"Tanggap darurat 14 hari sejak hari ini, SK Bupati segera saya tandatangani," ujar Bupati Lumajang di Pos Pengungsian Desa Penanggal, Minggu 4 Desember 2022.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: rri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X