Pinjol Ilegal Berkedok Koperasi Digerebek Polisi. Dua Orang Jadi Tersangka

- Minggu, 4 Desember 2022 | 20:20 WIB
Polisi menggerebak Ruko tempat beroperasi pinjol illegal yang berkedok koperasi/PMJ News
Polisi menggerebak Ruko tempat beroperasi pinjol illegal yang berkedok koperasi/PMJ News

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Manado. Subdirektorat Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya kembali mengungkap praktik pinjaman online (pinjol) ilegal. Kali ini pengungkapkan dilakukan terhadap kantor pinjol ilegal di Kota Manado Sulawesi Utara. Selama menjalankan usahanya, pinjol ilegal itu berkedok kantor koperasi dan kerap mengintimiasi nasabahnya. Para korbannya di antaranya warga di DKI Jakarta.

Penggerebekan tersebut dilakukan dengan bekerja sama dengan tim dari Subdit Siber Polda Sulawesi Utara.

Hal itu diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Auliansyah Lubis kepada wartawan, Minggu 3 Desember 2022.

Baca Juga: 9 Pinjol Ilegal Berbadan Hukum Koperasi Simpan Pinjam. Ini Daftarnya

"Pada tanggal 29 November 2022, tim Subdit Siber Polda Metro Jaya melakukan penindakan di daerah kota Manado Sulawesi Utara. Penindakan dilakukan di salah satu ruko yang berada di kawasan ruko Marina Kota Manado yang diduga kuat sebagai tempat beroperasinya pinjaman online tersebut," ujar Auliansyah.

Dalam penggerebekan itu, lanjut dia, ditemukan sebanyak 40 orang tengah melakukan operasional pinjol menggunakan laptop atau komputer. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, sebanyak dua orang ditetapkan jadi tersangka. Mereka adalah A sebagai petugas debt collector yang mengancam korban dan G sebagai pimpinan dari pinjol ilegal tersebut. Dia menambahkan, ada empat aplikasi pinjol ilegal yang ditawarkan.

"Diketahui bahwa beroperasinya pinjaman online dengan nama PinjamanNow, AkuKaya, KamiKaya dan EasyGo tidak memiliki izin dari OJK. Kegiatan pinjol illegal ini sudah berjalan kurang lebih selama satu tahun dengan uang nasabah dan perputaran uang diperkirakan senilai miliaran rupiah setiap bulannya," kata dia.

Sementara itu, Kepala Subdirektorar Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Victor Daniel Henry Inkiriwang mengatakan, A dan G yang telah ditetapkan jadi tersangka dikenakan Pasal 30 Juncto Pasal 46 dan atau Pasal 32 jo Pasal 48 dan atau Pasal 29 jo Pasal 45B dan atau Pasal 27 ayat (4) jo Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca Juga: Menejer Pinjol Ilegal Ditetapkan Menjadi Tersangka oleh Polda Metro Jaya, Ini Perannya

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X