Kronologi Keterlibatan Hakim Agung GS Atas Dugaan Suap Pengurusan Perkara

- Selasa, 29 November 2022 | 11:05 WIB
Gedung MA
Gedung MA

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Hakim Agung Gazalba Saleh (GS) sebagai tersangka penerima suap dalam kasus penanganan perkara di lingkungan Mahkamah Agung (MA).

Diketahui Gazalba Saleh merupakan salah satu hakim agung yang ditunjuk dalam persidangan kasasi atas kasus yang membelit Koperasi Simpan Pinjam Intidana.

Baca Juga: Hakim Agung GS Dipanggil KPK untuk Diperiksa Sebagai Tersangka

Dalam kasus itu Debitur Intidana Heryanto Tanaka (HT) melaui kuasa hukumnya mengawal kasasi di MA agar membatalkan putusan yang membebaskan Budiman Suparman selaku pengurus koperasi simpan pinjam Intidana dengan delik pemalsuan akta dan putusan di tingkat pertama di Pengadilan Negeri Semarang.

Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto menjelaskan bahwa kasus itu berawal dari adanya perselisihan internal di koperasi simpan pinjam Intidana (ID) yang berujung pada pelaporan tindak pidana dan gugatan perdata.

Debitur Intidana Heryanto Tanaka (HT) lalu menunjuk Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES) sebagai pengacara dirinya.

Baca Juga: KPK Tetapkan 2 Hakim Agung Jadi Tersangka Kasus Suap. Begini Respon MA

Untuk kasus pidana, HT melaporkan Budiman Suparman selaku pengurus koperasi simpan pinjam Intidana dengan delik pemalsuan akta dan putusan di tingkat pertama di Pengadilan Negeri Semarang. Saat itu, Budiman Gandi divonis bebas.

"Terkait perkara pidana, HT melaporkan Budiman Gandi Suparman selaku pengurus koperasi simpan pinjam Intidana karena adanya pemalsuan akta dan putusan di tingkat pertama pada Pengadilan Negeri Semarang dengan terdakwa Budiman Gandi Suparman dinyatakan bebas," kata Karyoto dalam konferensi pers, Senin 28 November 2022.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X