Indonesia Mulai Garap 3 Agenda Prioritas yang Dihasilkan KTT G20 di Bali

- Senin, 28 November 2022 | 20:12 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menlu Retno Marsudi memberikan keterangan pers usai Ratas mengenai Evaluasi Pelaksanaan KTT G20, di Jakarta, Senin (28/11/2022) siang. (Foto: Humas Setkab/Agung)
Menkeu Sri Mulyani dan Menlu Retno Marsudi memberikan keterangan pers usai Ratas mengenai Evaluasi Pelaksanaan KTT G20, di Jakarta, Senin (28/11/2022) siang. (Foto: Humas Setkab/Agung)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Indonesia mulai menindaklanjuti tiga agenda besar yang menjadi prioritas dari hasil gelaran KTT G20 di Bali. Tiga agenda prioritas itu antara lain transisi energi berkelanjutan, transformasi digital, dan arsitektur kesehatan global.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan persnya usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Evaluasi KTT G20 yang dipimpin oleh Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 28 November 2022 siang.

Baca Juga: Keuntungan Gelar KTT G20, Indonesia Kantongi Investasi Senilai Rp 125 T

Kemudian Sri Mulyani memaparkan upaya tindak lanjut yang dilakukan pemerintah terkait kesepakatan di tiga agenda prioritas tersebut.

Pertama, di sisi transisi energi berkelanjutan, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 telah disepakati terbentuknya Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk Indonesia senilai 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Inisiatif ini, ujar Menkeu Sri Mulyani, ditindaklanjuti dengan Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform yang saat ini sudah mendapat komitmen sebesar 500 juta Dolar AS. Dana ini akan menggerakkan lebih dari 4 miliar pembiayaan untuk mempercepat pensiun dini pembangkit listrik tenaga fosil.

“Ini pihak yang akan mem-follow up itu dari sisi PLN karena ini adalah menyangkut transisi energi dari nonrenewable ke renewable. Nanti kita akan bicara dengan berbagai IPP (independent power plant) yang selama ini bekerjasama dengan PLN dan bagaimana transisi energi yang perlu didukung dengan kebijakan, termasuk insentif-insentif baik perpajakan maupun nonperpajakan,” kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Geliat Industri Manufaktur di Indonesia. Investasi Baru Tembus Rp 365 Trliliun

Kedua, terkait arsitektur kesehatan global, KTT G20 Indonesia telah menyepakati pembentukan dana pandemi (pandemic fund) senilai 1,5 miliar Dolar AS. Menkeu menyampaikan, kesepakatan ini akan ditindaklanjuti oleh Menteri Kesehatan (Menkes) dengan menyampaikan proposal untuk penggunaan dana tersebut tidak hanya untuk Indonesia namun juga untuk kerja sama antarnegara.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X