Wanita Terduga Kasus Penipuan Terhadap Ratusan Mahasiswa IPB Ditangkap

- Jumat, 18 November 2022 | 21:16 WIB
SAN, wanita pelaku penipuan mahasiswa IPB dengan modus investasi toko online/PMJ News
SAN, wanita pelaku penipuan mahasiswa IPB dengan modus investasi toko online/PMJ News

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Bogor. Kasus Pinjaman online (Pinjol) yang menjerat 119 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mulai ada titik terang. Terjeratnya mereka dalam pinjol bermula dari tawaran kerja sama investasi dari seorang wanita berinisial SAN.

SAN mengaku punya usaha toko online dan menjanjikan bagi hasil 10 sampai 15 persen bagi mahasiswa yang mau setor uang investasi. Lalu para mahasiswa itu didorong untuk utang ke pinjol dan uangnya disetor ke SAN.

Ternyata, tawaran investasi dari SAN itu palsu. Toko online yang disebut-sebut SAN ternyata milik orang lain. Bagi hasilpun tak diperoleh, para mahasiswapun kehilangan uang hasil utang dari pinjol.

Baca Juga: Polres Kebumen Tangani Kasus Investasi Bodong Mantan TKW yang Gondol Rp 200 M

Di sisi lain, pihak pinjol tak mau tahu kondisi peminjam (mahasiswa) yang tertipu investasi bodong. Debt Colektor pinjol menagih terus-menerus ke para mahasiswa dengan cara meneror. Merasa dirugikan, para korban investasi bodong (mahasiswa IPB) melaporkan masalah yang dialaminya ke Polres Bogor.

Menindaklanjuti laporan di atas, polisi melakukan pemeriksaan kepada para saksi. Lantas tim dari Polres Bogor, Polda Jawa Barat meringkus wanita berinisial SAN. Dia merupakan terduga penipu ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berkenaan pinjaman online (pinjol).

“Kita sedang periksa pelaku SAN. Sudah mengarah pada satu nama tersangka,” ungkap Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan.

Menurut Iman, penangkapan SAN dilakukan pasca polisi melakukan pemeriksaan beberapa saksi yang merasa terjebak pinjol bermodus investasi di sebuah toko online.

Baca Juga: Terbukti Bersalah, Dea OnlyFans Divonis 10 Bulan Penjara dan Denda

Masih dari keterangan Iman, pihaknya masih mendalami perkara tersebut dan belum menjelaskan secara rinci mengenai kronologi penangkapan SAN beserta perannya dalam kegiatan yang menyebabkan kerugian miliaran rupiah.

“Kami sedang mendalami apakah orang-orang yang membantu terselenggaranya kegiatan itu berperan secara aktif dan mengetahui dari awal tentang keadaan palsu yang ditawarkan tersebut,” tutur Iman.

“Seandainya itu bisa terpenuhi, maka kepada mereka juga bisa dikenakan Pasal Penyertaan,” sambungnya.

Perlu diinformasikan atas kasus ini, Polresta Bogor Kota menerima dua laporan resmi dari mahasiswa IPB berkenaan dugaan kasus penipuan bisnis online.

Baca Juga: Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Irjen Teddy ke Polda Metro Jaya

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X