Sejarah Singkat Penetapan Hari Batik Nasional. Simak Ulasannya

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 21:25 WIB
Peringati Hari Batik, Pengrajin Kota Kediri Unjuk Gigi Dalam Batik Corner dan Booth Pusak
Peringati Hari Batik, Pengrajin Kota Kediri Unjuk Gigi Dalam Batik Corner dan Booth Pusak

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Seni batik memiliki keunikan dan kekhasannya yang kaya dengan sejarah perkembangan masyarakat. Selain kental dengan nilai estetika, goresan batik sejalan dengan lintasan sejarah Indonesia.

Lantaran seni batik sudah ada sejak dulu kala hingga sekarang. Boleh dikata batik merupakan bagian kehidupan Indonesia. Bicara batik pasti identik dengan Indonesia. Sebab hampir di seluruh daerah memiliki seni batik tak terkecuali Papua.

Baca Juga: Menyelami Koleksi Batik Tertua di Museum Batik Kota Pekalongan

Untuk memahami batik lebih mendalam terkait perkembangan dan seluk beluknya sangat direkomendasikan jika anda berkunjung ke Musium Batik Pekalongan.

Di sana disajikan semua motif batik dari seluruh Indonesia. JUga dilengkap ulasan terkait masing-masing motif batik dan perkembangannya.

Lekatnya batik dengan masyarakat Indonesia menjadikan batik layak diakui UNESCO sebagai sebagai warisan budaya takbenda milik Indonesia. Pengakuan itu ditetapkan UNESCO pada 2 Oktober 2009.

Menurut UNESCO batik melambangkan kehidupan manusia mulai awal hingga akhir. Dikutip dari detik.com berikut ini cuplikan pernyataan UNESCO terkait Penetapan Batik Indonesia sebagai warisan budaya takbenda.

Baca Juga: Sekilas Tentang Perbedaan Batik Pesisir dan Batik Yogya Solo

"Teknik, simbol, dan kebudayaan terkait teknik mewarnai katun dan sutra dengan tangan (hand-dyed) yang dikenal sebagai Batik Indonesia, menjadi simbol kehidupan masyarakat mulai awal hingga akhir. Untuk gendongan bayi, kain batik yang digunakan punya simbol keberuntungan untuk anak. Sedangkan batik yang digunakan saat ada yang meninggal menggunakan simbol berduka," tulis UNESCO.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X