Hingga 2021, KPK Ungkap 600 Lebih Kasus Penyalahgunaan Dana Desa

- Selasa, 27 September 2022 | 15:48 WIB
Wakil Ketua KPK Nurul Gufron  (dok, bawaslu.go.id)
Wakil Ketua KPK Nurul Gufron (dok, bawaslu.go.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Pemerintah mengucurkan dana desa dengan tujuan untuk membiayai pembangunan dan program kemajuan masyarakat di desa. Sayangnya masih ada oknum perangkat desa yang menyalahgunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi.

Setidaknya hingga 2021, terdapat 601 kasus penyelewengan dana desa. Angka itu merupakan hasil pengungkapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 686 perangkat sampai kepala desa (kades) ditetapkan sebagai tersangka lantaran terjerat praktek korupsi.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Depok Tajudin Tabri dan Supir Truk Ahmad Misbah Sepakat Damai

Informasi itu disampaikan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dikutip dari laman PMJ News, Selasa 27 September 2022.

Menurut Ghufron, adanya kasus korupsi dana desa menjadi keprihatinan pihaknya. Hasusnya semua perangkat desa sadar bahwa dana desa diperuntukkan bagi pembangunan desa.

"Korupsi adalah penyalahgunaan wewenang. Wewenang yang Anda miliki itu wewenang publik tadi digunakan untuk kepentingan diri,” ujarnya.

“Uang yang dititipkan negara kepada Anda adalah uang rakyat," ucapnya.

Ghufron pun menyayangkan maraknya penyelewengan dana desa. Padahal seharusnya dana desa dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X