Pemerintah Wajibkan Pembimbing Haji dan Umroh Bersertifikat. Ini Dasarnya

- Minggu, 25 September 2022 | 16:00 WIB
Kegiatan bimbingan haji di Tanah Suci. (kemenag.go.id)
Kegiatan bimbingan haji di Tanah Suci. (kemenag.go.id)

KI

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Maratam. Pemerintah mewajibkan pembimbing haji dan umroh memiliki sertifikat kompetensi di bidangnya. Tujuannya agar selama membimbing haji umroh, pembimbing dapat memberikan layatan secara berkualitas dan profesional.

Hal itu disampaikan Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat.

"Para pembimbing harus memiliki sertifikat pembimbing ibadah haji," ujar Arsad Hidayat dalam acara Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah di Asrama Haji Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu, 24 September 2022.

Baca Juga: 15 Orang Terkait Dugaan Investasi Bodong NET89 Dicekal ke Luar Negeri

Menurutnya kebijakan itu mengacu Undang-undang No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah memberi mandat kepada Kementerian Agama untuk melakukan pembinaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan sertifikasi petugas dan pembimbing ibadah haji.

“Proses sertifikasi diharapkan dapat menghasilkan para petugas dan pembimbing haji yang profesional dan terstandar,” katanya.

Proses sertifikasi pembimbing haji umroh, kata Arsad, dilaksanakan Kemenag bekerja sama dengan sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

“Ke depan tidak bisa ditawar lagi, mereka yang menjadi pembimbing adalah para pembimbing profesional. Siapa? Mereka adalah orang yang sudah memiliki sertifikat,” ungkapnya.

“Zaman sekarang serba profesional. Saya kira tidak ada lagi parameter atau ukuran keprofesionalan kecuali sertifikasi,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X