Jokowi Dianggap Beri Sinyal Dukung Prabowo Jadi Capres. Begini Respon Elite PDIP

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 21:33 WIB
Prabowo Subianto di antara Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani. (Foto: Instagram)
Prabowo Subianto di antara Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani. (Foto: Instagram)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Ketua Umum relawan Projo Arie Budi mengatakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto paling pasti untuk menjadi calon presiden 2024. Menurutnya, penilaian itu lantaran selain Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto terbilang loyal kepada Presiden Jokowi.

Pernyataan tersebut sontak memunculkan anggapan bahwa Presiden Jokowi memberikan sinyal dukungan atau endorse Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

Merespon anggapan itu, Anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon menyebut adanya kemungkinan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri satu suara bersama Jokowi. Nantinya dimungkinkan keduanya mendukung Prabowo Subianto dan Puan Maharani di Pilpres 2024.

"Pada dasarnya itu bisa saja seperti itu (Jokowi endorse Prabowo), tetapi kalau lihat dari kewenangan dalam mencalonkan calon presiden dan cawapres kan partai politik, dan parpol yang jadi ketum PDI Perjuangan kan Ibu Megawati, beliau punya prerogatif untuk nyatakan itu," kata Effendi dikutip dari laman gesuri.id pada Jumat 5 Agustus 2022.

Baca Juga: Prabowo Subianto Silahturahmi ke Presiden Jokowi di Istana Gedung Agung Yogya

Effendi meyakini Jokowi tidak akan mendukung salah satu figur sendirian tanpa Megawati. Dia berpendapat Megawati dan Jokowi nantinya akan padu mendukung salah figur paslon yakni Prabowo Subianto dan Puan Maharani.

"Saya kira mereka akan padu untuk sampaikan calon dari partai dan yang didukung oleh Pak Jokowi bahwa yang akan nanti akan mereka dukung salah satu figur untuk mendampingi atau didampingi oleh Mbak Puan itu Pak Prabowo ya bisa aja. Bisa aja. Dari sisi kematangan, kepiawaian, kemampuan," ucapnya.

Effendi mengatakan Indonesia membutuhkan pemimpin yang berkualitas dunia. Dia berpendapat saat ini tidak cukup hanya sekedar mencari figur yang populer tapi kualitasnya berkelas lokal.

"Kita perlu pemimpin yang tidak dielu-elukan tapi benar-benar dia memang kualitas gitu, kualitas ya sampai kapan kita cari hanya figur-figur populer tapi kualitasnya masih kelas kelas lokal lah ya, makanya istilah saya kelas dunia, bukan apa-apa, agar kita maju, kita bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia, kalau nggak kita hanya follower aja," ujar dia.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: gesuri.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X