PPATK : 176 Lembaga Penampung Donasi Diduga Selewengkan Uang Sumbangan

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 15:50 WIB
Mensos Risma dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana. (Foto: Dok. Kemensos)
Mensos Risma dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana. (Foto: Dok. Kemensos)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyambangi Kementerian Sosial Kamis 4 Agustus 2022. Usai melakukan pertemuan dengan Menteri Sosial Tri Risma, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan pihaknya menemukan 176 lembaga penampung dan penyalur donasi diduga melakukan penyelewengan sumbangan dari masyarakat. Lembaga tersebut serupa dengan Yayaysan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang 

"Ada 176 entitas yayasan lainnya yang kami serahkan (ke Kemensos) untuk diperdalam. Selain terkait kasus yang sedang marak sekarang didalami oleh Bareskrim," jelas Ivan di kantor Kemensos, Jakarta.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Penguburan Beras Bansos

Ivan menambahkan, bentuk penyelewengan dana masyarakat di 176 lembaga filantropi tersebut di antaranya aliran dana yang mengalir ke pengurus yayasan hingga ke lembaga hukum bentukan lembaga tersebut.

Menanggapi pernyataan PPATK ini, Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menyebut masih mendalami soal temuan tersebut.

"(Terkait 176 lembaga filantropi diduga menyelewengkan dana) masih didalami," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan saat dikutip dari laman PMJ News, Kamis 4 Agustus 2022.

Baca Juga: Biaya Proyek KCJB Bengkak Jadi 6,07 Miliar Dolar US. Begini Respon Anggota DPR

Pada kesempatan itu, Whisnu juga belum bisa memberikan informasi detail terkait hal tersebut. Pasalnya, saat ini pihaknya masih menyelidiki dugaan dana dari pihak selain Boeing yang juga disalahgunakan ACT. ***

 

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X