ACT Selewengkan Uang Donasi Boeing Hingga 30 Persen. Ini Bukti Formilnya

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:48 WIB
Penampakan kantor ACT di Depok (DepokToday.com )
Penampakan kantor ACT di Depok (DepokToday.com )

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) diduga menyelewengkan dana santunan korban dari Boeing hingga mencapai Rp 68 miliar. Penyelewengan itu dilakukan atas keputusan bersama pembina dan pengawas ACT yang disertai opini dari Dewan Syariah. Dalam surat keputusan itu ada kebijakan yang dilakukan ACT untuk memotong dana donasi atau santunan Boeing sebanyak 20 sampai 30 persen. Dana donasi yang dipotong itu disediakan Boeing untuk keluarga korban pesawat Lion Air.

Temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri terhadap pihak ACT.

"Hasil sementara temuan dari tim audit keuangan, akuntan publik bahwa dana sosial Boeing yang digunakan tidak sesuai peruntukannya oleh Yayasan ACT sebesar Rp68 miliar," ungkap Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Rabu, 3 Agustus 2022.

Baca Juga: ACT Setor Uang Rp 10 Miliar ke Koperasi Syariah 212 untuk Keperluan Bayar Utang

Lebih lanjut Nurul membeberkan bahwa ACT memotong donasi 20-30 persen berdasarkan surat keputusan bersama pembina dan pengawas yayasan ACT. SK tersebut antara lain Nomor: 002/SKB-YACT/V/2013; Nomor : 12/SKB.ACT/V/2015; dan Opini Dewan Syariah Nomor : 002/Ds-ACT/III/2020.

"Juga dikuatkan dengan adanya surat keputusan manajemen yang dibuat setiap tahun dan ditandatangani oleh keempat tersangka," katanya.

Dikutip dari laman PMJ News, diberitakan sebelumnya, Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Helfi Assegaf menyebut pihaknya mendapatkan sejumlah temuan penggunaan dana donasi dari Boeing yang dikelola Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Salah satunya ke Koperasi Syariah 212 sebesar Rp10 miliar.

"Apa saja yang digunakan tidak sesuai peruntukannya antara lain pengadaan armada truk kurang lebih Rp2 miliar. Kemudian untuk program big food bus kurang lebih Rp2,8 miliar, pembangunan pesantren peradaban Tasikmalaya kurang lebih Rp8,7 miliar," ujar jelas Helfi, Senin (25/7/2022).

Baca Juga: Ahyudin dan Tiga Petinggi ACT Lainnya Ditahan. Ini Alasan Penyidik

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X