Jemaah Haji Indonesia Saat Tiba di Tanah Air Akan Menjalani Karantina. Begini Ketentuannya

- Rabu, 13 Juli 2022 | 21:05 WIB
Tiba di Bandara Debarkasi, Jemaah Haji Bakal di Skrining Kesehatan. (IST)
Tiba di Bandara Debarkasi, Jemaah Haji Bakal di Skrining Kesehatan. (IST)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Jemaah haji Indonesia gelombang pertama akan mulai dipulangkan ke tanah air pada Jumat, 15 Juli 2022. Sebanyak 4.765 Jemaah haji Indonesia itu akan mulai bertolak ke tanah air dari Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Jemaah haji tersebut saat tiba di bandara akan dilakukan skrining kesehatan dari tim medis kementerian Kesehatan. Bagi jemaah haji yang mengalami gejala sakit akan menjalani karantina terpusat.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Budi Sylvana MARS baru-baru ini.

''Bagi Jemaah yang tiba di tanah air, akan dilakukan skrining kesehatan saat kedatangan di bandara internasional debarkasi,'' ujar Budi.

Baca Juga: 6 Kloter Jemaah Haji Indonesia Dipulangkan 15 Juli 2022. Ini Jadwalnya

Lebih jauh Budi menjelaskan skrining yang bertujuan melakukan pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda dan gejala serta melakukan observasi terhadap jemaah di asrama haji embarkasi.

Apabila didapati jemaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, kata Budi, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan test antigen. Apabila hasil reagen menunjukkan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

''Jika hasilnya positif, akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala/gejala ringan. Sementara yang bergejala sedang/berat akan dirujuk ke RS Rujukan COVID-19,'' jelas Budi.

Sementara bagi jemaah haji yang dinyatakan sehat saat kedatangan dan observasi di asrama haji debarkasi, dapat kembali ke rumahnya dengan tetap menjalani karantina mandiri dan memantau kondisi kesehatannya selama 21 hari ke depan.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Kemenkes

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X