Darurat Bahaya Narkoba: Ribuan Ton Beredar di Tengah Masyarakat

- Senin, 27 Juni 2022 | 17:21 WIB
Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia Alami Peningkatan Selama Pandemi (NET)
Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia Alami Peningkatan Selama Pandemi (NET)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Bali. Masyarakat Indonesia masih dalam darurat ancaman bahaya narkoba. Pasalnya selama lima bulan terakhir peredaran narkoba masih mencapai ribuan ton di Indonesia. Barang haram itu mengintai banyak kalangan.

Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menunjukkan sejak awal tahun 2022 hingga bulan Mei 2022, ribuan ton barang bukti narkoba seperti ganja hingga ekstasi berhasil diamankan.

Hal itu berdasarkan keterangan Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Goloese di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin, 27 Juni 2022.

Baca Juga: Ubah 22 Nama Jalan, Gubernur Anies Harus Tanggung Biaya Perubahan Data Administrasi Warga

Lebih lanjut Komjen Pol Petrus Reinhard Goloese mengungkapkan, barang bukti yang diamankan dan disita seperti ganja sebanyak 155.312 ton dan lahan ganja seluas 96,3 hektare. Untuk sabu seberat 4.125 ton dan ekstasi sebanyak 27.238 butir. Lalu ganja sintetis atau gorilla sebanyak 2.567 kilogram.

“Selain itu, BNN RI juga menangani tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dari tahun 2021 hingga Bulan Mei 2022 dengan jumlah 18 kasus, 22 tersangka dan jumlah nilai aset yang disita Rp 123.006.011.057,00,” ujarnya

Dia juga menambahkan, dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2022 merupakan momen keprihatinan terhadap masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Baca Juga: Polda Bali Musnahkan Barang Bukti Narkoba Seberat 35 Kg. Ini Jenisnya

“Dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat, dilaksanakan program alternatif development pada kawasan rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan alih keterampilan dan alih fungsi lahan yang telah dilaksanakan pada 60 kawasan,” ujarnya. ***

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X