SE Menag tentang Panduan Kurban di Tengah Wabah PMK. Simak Selengkapnya

- Minggu, 26 Juni 2022 | 21:15 WIB
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memeriksa hewan di tempat penjualan hewan kurban, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat, 24 Juni 2022. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memeriksa hewan di tempat penjualan hewan kurban, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat, 24 Juni 2022. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan panduan pelaksanaan kurban tahun 1443 H/2022 M di tengah wabah penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak. Panduan itu terdapat dalam surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 10 Tahun 2022 tentang Pandauan Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi.

Dari laman kemenag yang dikutip Minggu, 26 Juni 2022, edaran itu berisi ketentuan syariat berkurban, hingga teknis penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging kurban.

Selain itu Menag Yaqut juga mengimbau umat Islam untuk membeli hewan kurban yang sehat dan tidak cacat sesuai dengan kriteria, serta menjaganya agar tetap dalam keadaan sehat hingga hari penyembelihan.

Baca Juga: PDI Perjuangan Gelar Festival Bakar Ikan Nusantara. Ini Konsepnya

Terkait daerah yang terserang wabah Penyakit Kuku dan Mulut, Menag Yaqut mengimbau untuk melakukan penyembelihan qurban di Rumah Potong Hewan (RPH).

Berikut ini ketentuan pelaksanaan kurban di tengah wabah PMK.

Dalam pelaksanaan kurban, perlu memperhatikan ketentuan:
a. Bagi umat Islam, menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah. Namun demikian, umat Islam diimbau untuk tidak memaksakan diri berkurban pada masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

b. Umat Islam diimbau untuk membeli hewan kurban yang sehat dan tidak cacat sesuai dengan kriteria serta menjaganya agar tetap dalam keadaan sehat hingga hari penyembelihan

c. Umat Islam yang berniat berkurban dan berada di daerah wabah atau terluar dan daerah terduga PMK, diimbau untuk:
1) melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH); atau
2) menitipkan pembelian, penyembelihan, dan pendistribusian hewan kurban kepada Badan Amil Zakat, Lembaga Amil Zakat, atau lembaga lainnya yang memenuhi syarat

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X