Hasto: PDI Perjuangan Tak Usung Capres Berdasarkan Popularitas. Ini Alasannya

- Kamis, 23 Juni 2022 | 16:15 WIB
Sekjend PDIP Hasto Kristiyanto di sela-sela Rakernas / gesuri.id
Sekjend PDIP Hasto Kristiyanto di sela-sela Rakernas / gesuri.id

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan berakhir hari ini, Kamis 23 Juni 2022 setelah berlangsung sejak tiga hari lalu.

Banyak publik yang menaruh perhatian atas perhelatan tersebut terkait calon presiden yang akan diusung partai berlambang banteng moncong putih itu.

Menyikapi hal itu Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memastikan PDI Perjuangan tidak memilih calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) berdasarkan popularitas dan figur seseorang. PDI Perjuangan juga tidak akan memanfaatkan teori efek ekor jas atau coattail effect untuk menentukan kandidat di Pilpres 2024.

Baca Juga: Sepeda Motor Milik Seorang Wanita dibawa Kabur Pria yang Dikenalnya di FB. Begini Kronologinya

Menurutnya, PDI Perjuangan bukan tipikal partai yang menggunakan jalan pintas dengan menggunakan teori efek ekor jas dalam menentukan kandidat. Dia menyatakan PDI Perjuangan memiliki strategi yang mendasar melalui pengkaderan.

"Kalau bagi kami, ya, PDI Perjuangan Pastikan Tak Pilih Capres dari Popularitas & Figur," kata Hasto di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan Tahun 2021 di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 22 Juni 2022.

Hasto menerangkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga menjadi pusat untuk menentukan siapa yang akan dipilih pada Pilpres 2024 mendatang.

Politikus asal Yogyakarta itu mengingatkan bahwa Ketua Umum Megawati memiliki perhatian bahwa organisasi itu harus dibangun dari bawah.

"Itu jauh lebih penting daripada popularitas diri," jelas Hasto.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: gesuri.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X