TNI AU Paksa Pesawat Sipil Malaysia Mendarat di Batam, Ini Pelanggarannya

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 21:55 WIB
Pesawat tempur TNI AU. (Foto: Dok Net/ Istimewa)
Pesawat tempur TNI AU. (Foto: Dok Net/ Istimewa)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Batam. Sebuah pesawat sipil asing G-DVOR DA62 terbang memasuki wilayah Indonesia tanpa ijin. Sontak pesawat itu dipaksa oleh TNI AU agar mendarat di landasan Nang Nadim Batam.

Diketahui pesawat asing itu terbang melintas di wilayah udara Indonesia dari Kuching menuju Senai, Malaysia tetapi melalui wilayah udara Indonesia. Akibat tindakannya itu pesawat tersebut melakukan pendaratan paksa sesuai perintah TNI AU di Batam

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah dalam pernyataan resmi kepada wartawan pada Sabtu, 14 Mei 2022.

"Sedang terbang dari Kuching ke Senai Malaysia, diperintahkan mendarat oleh TNI AU, di Batam," jelas Gilang .

Pendaratan paksa pesawat asing Maalaysia itu terjadi pada hari Jumat, 13 Mei 2022 kemarin.

Baca Juga: Tinjau May Day, Kapolri Sigit : Buruh Berperan Atas Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

Lebih lanjut Gilang menjelaskan bahwa perintah mendarat di Lanud Hang Nadim Batam diberikan lantaran pesawat terbang memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin dan tidak punya kelengkapan dokumen penerbangan.

"Pesawat yang diterbangkan oleh MJT warga negara Inggris dan TVB (Copilot) serta CMP (Crew)," tambah Gilang.

Langkah pendaratan tersebut diambil, kata Gilang, sebagai langkah bentuk pengamanan kedaulatan wilayah udara negara yang menjadi tugas TNI AU untuk melakukan patroli dan pengawasan wilayah udara yurisdiksi nasional. Seperti, menggunakan radar Hanud maupun pesawat tempur sergap.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X