Lakukan Pengamanan Tambang Pasir, TNI Danki Distrik Gome Papua Diproses Hukum. Ini Masalahnya

- Kamis, 24 Maret 2022 | 22:28 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. /YouTube Jenderal Andika Perkasa
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. /YouTube Jenderal Andika Perkasa

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Komandan Kompi (Danki) Distrik Gome Kabupaten Puncak Papua ditindak secara hukum karena menjadi pengaman proyek galian pasir di wilayah tersebut tanpa sepengetahuan atasan. Tindakannya itu dianggap melalaikan tugas pokok dan fungsinya sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Hal itu ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 24 Maret 2022, dikutip dari Antara.

"Proses hukum sudah dimulai, karena lokasinya sehingga proses penyidikan memerlukan waktu lebih panjang karena untuk ke lokasi tidak bisa terlalu bebas. Namun prosesnya terus berlanjut," kata Jenderal Andika.

Jenderal Andika menegaskan akan menindak prajurit TNI yang menjalankan tugas tanpa perintah atasan.

Baca Juga: Anggota Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Siap Jadi Relawan Penanganan Stunting

Andika menyebutkan, Pasal 103 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer (KUHPM) sudah mengatur sanksi bagi prajurit TNI yang tidak menaati perintah dinas.

"Kalau kami ada landasan hukum, apakah hanya (dikenakan) Pasal 103 KUHPM atau bahkan KUHP, jika ditemukan tindak pidana lainnya," kata Andika.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com bersumber Antara yang berjudul TNI Jaga Proyek Galian Pasir, Panglima Andika Perkasa Tegaskan Komandan Kompi Distrik Gome Diproses Hukum, penegakan aturan tersebut, lanjutnya, harus dilakukan agar para prajurit TNI tetap fokus pada tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) masing-masing di mana pun mereka berdinas.

Diketahui kasus tersebut mengemuka setelah tiga prajurit TNI tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Gome beberapa waktu lalu.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X